Bertemu DPRD, Lusnian Purba Sebut Kebakaran Pasar Aksara Sengaja Dibiarkan

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Seorang dari antara rombongan pedagang, Lusnian Purba, yang turut mendatangi DPRD Kota Medan menilai kebakaran Pasar Aksara sengaja dibiarkan terbakar. Pasalnya, durasi pemadaman api dinilai tidak wajar, memakan waktu lebih dari 12 jam. Bahkan ia mempertanyakan, SOP pemadaman api yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan dengan peralatan yang ada.

“Bagaimana mau padam apinya, air yang disemprotkan pun tidak sampai ke titik api,” kata Lusnian, Kamis (14/7/2016) di Ruang Komisi C DPRD Medan.

Lusnian mengaku khusus datang dari Jakarta karena mengetahui peristiwa terbakarnya Pasar Aksara yang menjadi sumber pencaharian sejak orangtuanya, dan kini kios milik orangtuanya dipakai dan dikelola saudaranya.

“Saya miris pak, bahkan bisa saya katakan saat saya tiba di lokasi, saya yang jadi Korlapnya. Mereka seakan tidak mau serius, bahkan dekat ke lokasi pun tidak,” ujarnya.

Baca: Padamkan Api Pasar Aksara, 30 Unit Mobil Kebakaran Dikerahkan

Ia pun menceritakan, ketika itu ia bertanya kepada petugas pemadam kebakaran yang mengatakan sudah 30 mobil pemadam dikerahkan, sementara yang terlihat hanya beberapa saja di lokasi.

“Bagaimana ini, apa ini SDM yang dipilih Wali Kota di tempat ini,” kesalnya. (AFR)

Foto:

Belasan pedagang dan pemilik kios Pasar Aksara, saat mendatangi DPRD Kota Medan, untuk meminta solusi pasca kebakaran (Selasa 12/7), Ruang Komisi, Kantor DPRD Kota Medan, Kamis 14/7/2016 (bataktoday/afr)

  • Bagikan