Merebak Isu Korupsi di Pasar Aksara dan Buana Plaza

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Pascakebakaran yang melanda Pasar Aksara dan Buana Plaza pada Selasa (12/7/2016), ada sejumlah spekulasi bermunculan. Kini merebak isu adanya dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani Polda Sumut di terkait pasar itu.

“Saya memang sudah pernah dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dipasar itu,” kata Dirut PD Pasar Kota Medan, Benny Sihotang, Kamis (14/7/2016).

Kasus dugaan korupsi itu terkait pihak diuntungkan, pasca berakhirnya kontrak antara PT Aksara Jaya Indah (AJI), pengelola Aksara Plaza/Buana Plaza dengan Pemkot Medan pada tahun 2011.

Dengan berakhirnya kontrak itu, lantai 3, 4 dan 5 di atas Pasar Aksara dikembalikan ke Pemko Medan dan memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). Namun hal itu belum dieksekusi.

“Jadi yang ditanya siapa saja yang mendapat manfaat setelah tahun 2011 itu. Saya menjawab hanya setahu saya saja karena saya menjabat Dirut PD Pasar sejak 2012,” jelasnya.

Selama ini, hanya lantai 1 dan 2 yang dikelola PD Pasar Kota Medan. Sementara sisanya dikelola PT AJI, selain bagian bangunan yang ditempati Ramayana Aksara.

Namun, lantai 3, 4, dan 5 serta lokasi parkir tetap dikelola PT AJI. Perusahaan itu disebutkan sebagai pemilik dan pengelola bagian lain dari gedung itu, termasuk lahan yang ditempati Ramayana Aksara.

“Ini sesuai MoU pada 1985, karena PT AJI yang membangun seluruh gedung, dan mereka meminta pengelolaan itu. Namun, kontraknya berakhir pada 2011. Jadi kasus dugaan korupsinya, siapa yang mendapat manfaat setelah berakhirnya kontrak,” ujar Benny.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi itu.

“Baru, baru kemarin itu sejak kebakaran itu,” kata Toga.

Namun, Toga membantah sudah ada yang dimintai keterangan terkait kasus itu.

“Belum ada,” ucapnya.

Disinggung soal pengakuan Benny, Toga menyatakan dia bukan diperiksa.”Itu hanya diklarifikasi. Belum ada, masih penyelidikan,” pungkasnya.

Kabar penyelewengan ini mengemuka setelah kebakaran melanda Pasar Aksara dan Buana Plaza. Berbagai kabar menyeruak, termasuk dugaan kebakaran disengaja. (AFR)

Foto:

Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin MSi, meninjau Pasar Aksara dan Buana Plaza, yang terbakar Selasa (12/7), Rabu 13/7/2016 (ist)

  • Bagikan