Pedagang Aksara: Ada Oknum Kutip Rp 4 Juta untuk Angkat Brankas

  • Bagikan

.
Medan, BatakToday –

Sudah jatuh, ditimpa tangga. Demikian perumpamaan yang dialami para pedagang pasca kebakaran di Pasar Aksara, Selasa (12/7/2016). Pasalnya, saat para pedagang hendak mengambil brankas yang diduga masih utuh di kios masing-masing, muncul oknum yang melakukan pungutan hingga Rp 4 juta untuk mengeluarkan brankas tersebut.

Hal itu terungkap saat pedagang bertemu dengan Anggota Komisi C DPRD Medan Boydo Panjaitan dan Zulkifli Lubis di Ruang Rapat Komisi C Gedung DPRD Medan, Kamis (14/7/2016).

“Kami mau angkat brankas saja dikutip Rp 4 juta pak, bagaimana kami ini,” kata Kim Nyang, salah seorang pedagang yang diamini rekannya yang lain.

Namun dalam pertemuan tersebut, pedagang belum bisa ungkapkan siapa yang menetapkan harga untuk mengeluarkan brankas tersebut.

“Kami tidak tahu pak,” katanya.

Meski Zulkilfi Lubis mencoba menanyakan oknum yang disebutkan, pedagang masih menutup informasi tersebut. Apakah dari pihak kepolisian, PD Pasar atau pihak lain, belum ada pernyataan yang jelas dari pedagang. Meski demikian, Anggota DPRD Medan berjanji akan melakukan upaya pengumpulan data akan hal itu.

Sementara itu, menanggapi kedatangan pedagang, Boydo Panjaitan mengatakan, pihaknya sudah menyurati Walikota dan jajarannya untuk membicarakan kebakaran pasar Aksara yang sudah terjadi. Dan ia meyakini, surat resmi yang sudah dilayangkan akan mendapat respon dari pemerintah.

“Khususnya pedagang yang dikelola Pemko Medan melalui PD Pasar, tentu kami harus bertanggungjawab. Kita akan minta kepada PD Pasar nantinya membangun tempat penampungan sementara,” katanya.

Boydo juga menekankan, bahwa pembangunan kembali pasar Aksara harus diupayakan Pemko Medan dengan dana revitalisasi apsar tradisional dari pusat.

“Jika selama ini pembangunan pasar dilakukan dengan dana investor, itu merupakan kegagalan Pemko Medan. Kedepan tidak begitu lagi,” kata Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Zulkifli Lubis menambahkan, pengembalian kesempatan pedagang untuk berjualan menjadi hal yang harus dikedepankan.

“Memang yang paling penting lokasi penampungan sementara harus ada. Kami dari DPRD akan segera memanggil PD Pasar dan pihak terkait untuk membahasnya,” katanya.

Ia berharap PD Pasar akan segera membangun tempat penampungan.

“Soal PT AJI kita urus belakangan, ibu-ibu dulu kita urus, jangan sampai berlarut-larut tidak berjualan,” ujar Zulkifli.

Zulkifli menegaskan, jika Walikota Medan dan jajarannya tidak menanggapi persoalan ini termasuk lewat surat yang sudah dilayangkan DPRD, maka pihaknya menilai hal itu sebagai sikap main-main atau tidak serius. (AFR)

Foto: Pertemuan perwakilan pedagang Pasar Aksara korban bencana kebakaran dengan Anggota Komisi C DPRD Medan Boydo Panjaitan dan Zulkifli Lubis di Ruang Rapat Komisi C Gedung DPRD Medan, Kamis (14/7/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan