Bazar Ilegal di GOR, Jumsadi Harus Bertindak Tegas dan Adil

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (GEMAPSI) Kota Pematangsiantar, Rajamansah Saragih, meyesalkan sikap Pemerintah Kota Pematangsiantar yang  tidak menertibkan kegiatan bazar ilegal  di Gedung Olaharga (GOR), selama 10 hari, yaitu 7-16 Juli 2016.

“Tanggal 6 Juli izinnya sudah habis, seharusnya  tanggal 7 Juli, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti, Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) sebagai pengelola yang merekomendasi izin,  Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), pemberi izin, berkordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), supaya bazar di GOR ditertibkan,” kata Rajamansah, saat dtemui BatakToday, Minggu (17/7).

Baca juga: Izin Habis 9 Hari Lalu, Bazar di GOR Siantar Terus Beroperasi

Rajamansah menjelaskan, kebijakan pemerintah kota Siantar yang melakukan pembiaran atas aktivitas bazar di GOR yang beroperasi secara ilegal, membuktikan bahwa pemerintah kota Siantar, tidak konsisten menegakkan peraturan daerah.

“Penjabat Walikota yang menghimbau kepada masyarakatnya supaya mematuhi Peraturan Daerah (Perda), sekarang malah pemerintah kota yang tidak menegakkan Perda,” ucapnya.

Bazar Ilegal di GOR Siantar, Sabtu 16/7/2016 (bataktoday/em)
Bazar Ilegal di GOR Siantar, Sabtu 16/7/2016 (bataktoday/em)

Karena izin habis, dia mengungkapkan,  tidak ada lagi yang berhak sebagai penanggung jawab atau Event Organizer (EO) kegiatan bazar di GOR.

Beroperasinya bazar ilegal ini, membuat masyarakat setiap melintasi ruas jalan di depan GOR, Jalan Merdeka, tidak nyaman, akibat terjadinya kemacetan. Penyebabnya adalah pengelola parkir bazar ilegal, menggunakan ruas jalan sebagai tempat parkir para pengunjung.

Dia juga menyebutkan, hasil retribusi kegiatan bazar ilegal di GOR selama sepuluh hari, tidak memilikii prosedur sesuai dengan regulasi yang berlaku untuk dimasukkan ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Pematangsiantar.

Sehingga, Rajamansah menduga kuat adanya indikasi telah terjadi ‘kongkalikong’ sesama oknum SKPD terkait, Disporabudpar, BPPT, Satpol PP,  melakukan pembiaran atas bazar ilegal di GOR selama sepuluh (10) hari ini.

Baca juga: Perintah Jumsadi untuk Bongkar Tenda Bazar Ilegal Kurang “Berdaya Saing Tinggi”

Rajamansah menyebutkan lagi, Jumsadi jangan hanya ‘berani’ menindak Lurah Proklamasi ketika ‘sempat’ membiarkan bazar ilegal di Jalan WR Supratman dan Jalan Diponegoro pada Hari Ulang Tahun Kota Pematangsiantar, April 2016 yang lalu.

“Jangan hanya Lurah Proklamasi saja yang ditindak akibat membiarkan bazar ilegal. Biar adil, Jumsadi juga harus menindak tegas bawahannya di Disporabudpar, BPPT dan Satpol PP. Mereka jelas-jelas  membiarkan bazar ilegal beroperasi selama 10 hari ini,” sebutnya tegas. (EM)

Foto:

Bazar Ilegal di GOR Pematangsiantar, izin penyelenggaraannya telah berakhir 6 Juli 2016, Jalan Merdeka, Pematangsiantar, Sabtu 16/7/2016 (bataktoday/em)

  • Bagikan