Dinsosnaker: Sampai PD PAUS Punya Pendapatan, Bagaimana Nasib Karyawannya?

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Kabid Pemberdayaan Masyarakat Sosial Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Kota Pematangsiantar, Esron Saragih, mengatakan Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) harus membayarkan tunggakan gaji kepada keempat orang pekerja kontrak untuk pengamanan STA Sukadame, yang tidak menerima gaji hingga kontraknya berakhir pada akhir Maret 2016 lalu.

Sebelumnya Dinsosnaker Kota Pematangsiantar menerima pengaduan 4 pekerja kontrak PD PAUS, yaitu Roy Kardo Damanik bersama 3 orang rekannya, Anggiat Marpaung, Moen Gultom dan Tua Simanjuntak.

Keempat pekerja kontrak untuk pengamanan STA Sukadame ini mulai bekerja pada 1 April 2015, dengan masa kontrak selama 1 tahun. Dalam perjanjian kontrak sebelumnya, ditetapkan upah perbulannya.Rp.1.626.000. Namun, sejak mereka bekerja, baru 3 bulan mendapatkan gaji dan selebihnya 9 bulan lagi tidak pernah digaji lagi hingga kontraknya berakhir.

Baca berita: Borok PD PAUS Mulai Terungkap, 9 Bulan Karyawan Tidak Digaji

Atas pengaduan tersebut, Dinsosnaker kemudian telah memediasi dengan PD PAUS yang diwakili kuasa hukumnya. Demikian diterangkan Esron saat ditemui BatakToday di ruang kerjanya, Rabu (20/7).

Selaku mediator, Esron mengungkapkan, dalam mediasi tersebut, pihak  PD PAUS yang diwakili oleh kuasa hukumnya, sama sekali tidak bisa memberikan kepastian kapan pembayaran tunggakan gaji akan dilakukan kepada keempat pekerja itu.

“Saat mediasi, kuasa hukum PD PAUS hanya memberi penjelasan bahwa tunggakan gaji kepada keempat  pekerja kontrak PD PAUS ini akan dibayar setelah PD PAUS nantinya mempunyai pendapatan,” sebut Esron.

Dilanjutkannya lagi, saat mediasi itu Dinsosnaker telah menegaskan bahwa pembayaran tunggakan gaji tidak bisa menunggu sampai PD PAUS punya pendapatan.

“Dinsosnaker tentunya tidak tahu kapan PD PAUS itu akan mempunyai pendapatan.  Lalu kita (Dinsosnaker,-red.) dalam mediasi itu, telah menanyakan kepada kuasa hukum PD PAUS, bagaimana seandainya 50 tahun lagi PD PAUS baru punya pendapatan. Bagaimana dengan nasib para karyawannya,” sebut Esron menerangkan proses mediasi tersebut.

Esron menjelaskan, hasil mediasi yang diselenggarakan Dinsosnaker Siantar dengan PD PAUS sama sekali tidak menghasilkan solusi untuk menuntaskan permasalahan. Menurutnya, hal itu sama sekali tidak menunjukkan itikad baik PD PAUS untuk membayar tunggakan gaji kepada empat pekerja itu.

“Jelas, sikap PD PAUS yang tidak membayar gaji karyawannya selama 9 bulan ini, bertentangan dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” sebutnya.

Oleh terjadinya kebuntuan setelah dilakukan mediasi, Dinsosnaker akan segera menyampaikan Nota kepada PD PAUS, yang isinya mendesak agar segera membayar tunggakan 9 bulan gaji kepada keempat pekerja tersebut.

Ditambahkannya lagi, dalam Nota Disosnaker ini, akan disebutkan juga konsekuensi yang timbul apabila PD PAUS tidak menjalankan isi Nota itu.

“Sekarang Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan sedang dalam proses penyusunan Nota. Jika Nota Dinsosnaker juga nanti tidak dipatuhi, PD PAUS terancam dibawa ke ranah hukum,” ujarnya mengakhiri.(EM)

Foto:

Esron Saragih, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Sosial, Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Kota Pematangsiantar, saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Dinsosnaker Kota Pematangsiantar, Rabu 20/7/2016 (bataktoday/em)

  • Bagikan