Samosir Music International, Henry Manik: “Butuh Dukungan untuk Lebih Besar”

  • Bagikan

Tuktuk Siadong, BatakToday

Event seni budaya Samosir Music International yang digelar Sabtu (27/8) malam, di Open Stage Tuktuk Siadong, Samosir, berakhir ‘sedikit’ lewat tengah malam.

Seusai pertunjukan di panggung, petugas keamanan tidak mampu membendung hasrat sebagian penonton untuk menjumpai para artis kesayangannya ke ruang ‘darurat’ di tepi panggung, walaupun panitia sebelumnya telah mengumumkan akan ada sesi foto bersama di stand sponsor event ini.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan konser berakhir, Henry Manik sebagai ‘pemrakarsa’ sekaligus Project Manager, terlihat kelelahan setelah beberapa hari terakhir fokus untuk persiapan konser yang dinilai sukses ini, menyempatkan diri untuk meyampaikan pesan dan kesan dari acara ini.

Kepada BatakToday, Minggu (28/8) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, pertama Henry Manik menyampaikan terimakasih kepada semua pihak untuk konser yang telah berjalan dengan sukses.

“Konser malam ini, Samosir Music International, atau Austrian Batak Rock telah berjalan dengan baik. Terimakasih untuk masyarakat Samosir khususnya, dan seluruh penonton dan hadirin, dan untuk semua pihak yang mendukung terselenggaranya event ini,. Semoga dengan adanya event ini kita semua dapat saling membuka hati, bisa bersama-sama berbuat yang lebih baik untuk perkembangan daerah kita ini,”  harapnya.

Henry juga berharap kiranya pemerintah membuka pikiran untuk langkah-langkah selanjutnya demi kemajuan daerah dan kawasan ini.

“Setelah melihat acara ini, pemerintah daerah Samosir maupun kabupaten tetangga yang terkait dengan perkembangan kawasan Danau Toba, maupun anggota DPR RI yang sudah melihat langsung. Mudah-mudahan yang dari ‘pusat’ juga memberi perhatian dan dukungan kepada masyarakat biasa atau pihak-pihak yang ingin melakukan sesuatu di ‘kampung’nya. Untuk mendapatkan suatu hal yang lebih besar, harus juga memberi dukungan, dan dukungan itu juga harus lebih besar ” pesan Henry.

Dalam event ini diketahui turut hadir beberapa bupati kawasan Danau Toba, dan anggota DPR RI Trimedya Panjaitan dan Junimart Girsang.

Henry Manik, pemrakarsa dan Project Manager Samosir Music International, dalam acara Meet & Greet Tasha Band feat Hermann Delago, di Sapadia Hotel Jalan Diponegoro 21 A, Pematangsiantar, Kamis 25/8/2016 malam (bataktoday/ajvg)
Henry Manik, pemrakarsa dan Project Manager Samosir Music International, dalam acara Meet & Greet Tasha Band feat Hermann Delago, di Sapadia Hotel Jalan Diponegoro 21 A, Pematangsiantar, Kamis 25/8/2016 malam (bataktoday/ajvg)

Henry Manik, putra kelahiran Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Samosir, yang meskipun saat ini sudah bermukim di Belanda namun ‘hati’nya diketahui masih tinggal di bonapasogit-nya (kampung halamannya).

Kecintaannya untuk bonapasogit terukir melalui upayanya menyelenggarakan  event yang sejenis pada 2014 lalu, dan yang sekarang, dengan mengerahkan seluruh sumber daya dan jaringan yang dimilikinya.

Disinggung mengenai kesiapan infrastruktur yang masih minim, Henry mengharapkan untuk dapat benar-benar pantas disebut event internasional, masih sangat banyak yang perlu dibenahi lagi.

“Kita sendiri menyadari adanya kekurangan-kekurangan, yang sangat sederhana contohnya toilet. Itu sangat tidak standar untuk internasional. Jadi itu ada penyebabnya, pembiayaan kita yang sangat minim. Maka sejalan dengan hal-hal seperti itu, mudah-mudahan kita akan mendapat dukungan yang lebih besar,” harapnya lagi.

Henry menerangkan bahwa di luar infrastruktur untuk open stage, mereka bekerjasama dengan salah satu lembaga swadaya di Tuktuk Siadong, Peduli Pariwisata Tuktuk Siadong. Hal itu sebelumnya diusulkan dan dipercayakan melalui Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Samosir, agar warga setempat dilibatkan dalam persiapan penyelenggaraan event tersebut.

“Itu sudah terealisasi, namun sejauh pengamatan saya sampai tadi, tanpa bermaksud mengecilkan penghargaan kita untuk partisipasi warga di sini, mereka masih kurang dalam hal mempersiapkan apa yang kita harapkan. Tadi siang saya coba cek beberapa persiapan, kita juga coba memberi masukan, tapi harap dimengertilah, menurut mereka sudah oke, tapi menurut penglihatan kita belum sesuai harapan. Mudah-mudahan juga ini menjadi bahan evaluasi buat kita semua, kita harus sama-sama introspeksi untuk kemajuan ke depan,” demikian disampaikan Henry sehubungan kesiapan warga setempat untuk terlibat dalam penyelenggaraan event ini.

Suasana Open Stage Tuktuk Siadong pada pagelaran musik Samosir Music International, di Tuktuk Siadong, Simanindo-Samosir, Jumat 27/8/2016 (bataktoday/ajvg)
Suasana Open Stage Tuktuk Siadong pada pagelaran musik Samosir Music International, di Tuktuk Siadong, Simanindo-Samosir, Jumat 27/8/2016 (bataktoday/ajvg)

Sebelumnya BatakToday mencoba berkeliling mengamati keadaan sekitar lokasi Open Stage Tuktuk Siadong. Terdapat beberapa hal yang menjadi catatan, misalnya toilet umum yang tidak memadai lagi, baik jumlah maupun keadaannya, apalagi untuk jumlah penonton yang hadir di tempat itu, dan untuk suatu hajatan yang pantas disebut event internasional.

Tempat parkir yang tidak cukup teratur, dan penerangan di sekitar lokasi open stage yang sangat kurang. Kemudian, keberadaan warung tempat berjualan makanan dan minuman yang kurang tertata baik.

Ketika ditanya status kelembagaan “pihak” Henry Manik dalam persiapan event, dia menyebutkan tanpa kelembagaan, melainkan bersifat pribadi.

“Kita melaksanakan ini secara individu, bahkan mendekati “pemain tunggal”, ujar Henry tertawa renyah.

Dia bercerita bagaimana harus mengelola mulai penulisan artikel tentang event ini sampai pengurusan izin sehubungan keterlibatan pemusik dan penyanyi dari luar negeri.

“Semua urusan kita kerjakan sendiri. Mulai penulisan artikel, desain, berurusan dengan birokrasi. Apalagi yang sifatnya internasional, kegiatan yang melibatkan teman-teman dari luar negeri. Kita harus bisa kuasai segala prosedur. Kita penuhi semua segala prosedur yang ditetapkan pemerintah, baik di Indonesia maupun di negara asal teman-teman (maksudnya Austria, negara asal Hermann Delago dan Tasha Band,-red),” terang Henry.

Tentang keberlanjutan penyelenggaraan event ini ke masa yang akan datang, dia mengatakan ada ‘sinyal’ dari pemkab Samosir, bupati Rapidin Simbolon, bahwa harus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang.

“Seminggu lalu, pak Bupati menyampaikan, tahun depan harus dilaksanakan lagi. Namun saya terus terang meresponnya, mau lihat dulu sejauh mana komitmen dan keseriusan pihak pemkab Samosir. Bukan pesimis, tapi ini juga menyangkut komitmen dengan teman-teman dari luar (negeri) yang mau kita libatkan. Karena biasanya mereka sudah punya agenda sudah tersusun sejak awal tahun. Juga dari segi pembiayaan, akan berpengaruh juga, jika kita tidak arrange jauh hari,” tutur Henry mengakhiri. (ajvg)

Foto:

Sesaat setelah ‘acara’ pasahat ulos (menyampaikan ulos) oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan Anggota DPR RI Trimedya Panjaitan kepada pemusik dan penyelenggara dalam konser Samosir Music International, berturut-turut dari kanan ke kiri Stefan Neuer (Tasha Band)-Natascha Koch-Henry Manik-Hermann Delago-Bupati Samosir Rapidin Simbolon-Anggota DPR RI Trimedya Panjaitan-Kapricorn Dungkon Hamonangan “Ucok” Hutabarat (NOS)-Kadis Parsenbud Kabupaten Samosir Ombang Siboro, di Open Stage Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Samosir, Sabtu 27/8/2016 (bataktoday/ajvg)

  • Bagikan