Oberlin: “Saat Ini, Karyawan PD PAUS Cukup 20 Orang”

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kota Pematangsiantar, Oberlin Malau mengungkapkan, jumlah karyawan Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) saat ini sudah tidak rasional. Melihat hal ini, dia menilai Badan Pengawas PD PAUS telah melakukan pembiaran terhadap “manajemen mabuk” yang diterapkan Direktur Utama-nya Herowhin Sinaga   dalam pengelolaan perusahaan.

PD PAUS yang masih dalam tahap memulai membangun usaha, serta  sama sekali belum memiliki pendapatan dari operasi perusahaan,  menurutnya telah melakukan langkah ‘blunder’ yang fatal terhadap posisi keuangan perusahaan, yaitu dengan melakukan perekrutan karyawan hingga mencapai sekitar 300 orang.

“Saya sudah menganalisa persoalan jumlah karyawan PD PAUS ini. Pantasnya, jumlah karyawan PD PAUS untuk saat ini, 20 orang pun sudah cukup. Setelah selesai pembangunan nantinya, dan ada yang dapat dioperasikan, barulah perlu dilakukan perekrutan karyawan sesuai dengan kebutuhan, dan itupun bertahap,” ucap Oberlin di ruang kerjanya, Selasa (6/9).

Melihat PD PAUS masih dalam proses pembangunan unit usaha, Oberlin meyakini manajemen PD PAUS keliru mempekerjakan sampai 300 orang karyawannya. Bahkan dia menyebutkan, patut diduga, kebanyakan dari 300 orang karyawan itu, tidak mengerjakan apa-apa setiap harinya. Dan sayangnya, ada yang mau dikerjakan atau tidak, gajinya wajib dibayar setiap bulan.

“Saya tidak tau pekerjaan apa yang diberikan manajemen PD PAUS kepada karyawan sebanyak itu untuk setiap harinya. Sangat merugikan apabila PD PAUS menggaji karyawannya setiap bulan, namun karyawan tidak menghasilkan apa-apa. Misalnya gaji harus dibayar sesuai Upah Minimun Kota (UMK) Siantar sebesar 1.800.000,  dikalikan 300 orang karyawannya, sudah berapa pengeluaran PD PAUS setiap bulan?,” ungkap anggota Komisi III DPRD Siantar ini.

Oberlin juga memastikan, banyak karyawan PD PAUS mengalami penunggakan gaji selama berbulan-bulan, akibat belum adanya penghasilan perusahaan. Tetapi belum ada kebijakan dari manajemen PD PAUS untuk mengambil solusi yang tepat untuk mengatasinya.

“Akibat masalah-masalah yang ada tidak diatasi, sampai-sampai ada karyawan PD PAUS yang mengadu ke Dinsosnaker karena gajinya tidak dibayarkan sampai berbulan-bulan,” terang anggota DPRD Siantar, yang pernah disuruh angkat kaki dari kota Siantar oleh walikota periode 2010-2015 Hulman Sitorus, karena getol mengkritisi PD PAUS.

Untuk menyikapi hal ini, Oberlin menegaskan bahwa DPRD Siantar telah merekomendasikan dalam rapat gabungan pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2015, beberapa waktu lalu, agar merasionalisasi jumlah pegawai.

Disamping itu, DPRD juga merekomendasikan kepada Badan Pengawas agar lebih aktif memberikan kontribusi pemikiran, dan saran kepada jajaran direksi.

“Ketika rapat gabungan komisi, kita dari DPRD mengkritisi langkah-langkah yang dilakukan PD PAUS dalam menjalankan usahanya. Dari sisi keuangan, bagaimanapun supaya tidak merugi, PD PAUS harus menyeimbangkan jumlah karyawannya,” sebutnya mengakhiri. (EM)

Foto:                                                            

Ketua Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di DPRD Kota Pematangsiantar, Oberlin Malau (bataktoday/doc)

  • Bagikan