Pemerintah Terus Pacu Pemenuhan SDM Pariwisata

  • Bagikan

Jakarta, BatakToday –

Tema “Go Digital Be The Best” yang menjadi new hope Wonderful Indonesia untuk naik panggung sebagai the best digital marketing in the world tentu hanya menjadi pepesan kosong tanpa dukungan jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan Indonesia yang memadai. Untuk mengejar pertumbuhan yang meyakinkan serta menyalip dua rival utama, Malaysia Truly Asia dan Amazing Thailand, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan berbagai program pemenuhan SDM pariwisata.

”Untuk ke depannya, terutama tahun 2017, semua daerah saya minta tetapkan kebutuhan SDM untuk pariwisatanya. Kami deputi kelembagaan siap merealisasikan apa yang dibutuhkan pariwisata terutama penyediaan SDM,” ujar Deputi Bidang Kelembagaan Kemenpar, Ahman Sya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ke-3 Pariwisata 2016, Jumat (16/9/2016) di Ecovention, Ecopark Ancol Jakarta.

Kemenpar juga telah melakukan upaya serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi vokasi Kementerian Pariwisata menjadi berstandar global. Hasilnya, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, STP Nusa Dua Bali, Politeknik Pariwisata Makassar, dan Akademi Pariwisata (Akpar) Medan sudah berhasil memperoleh sertifikat Tourism Education Quality (TedQual) dari World Tourism Organization (UNWTO).

Selain itu, Kementerian di bawah komando Arief Yahya saat ini sedang mempersiapkan pendirian SMK Pariwisata unggulan di 10 destinasi prioritas bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta mempersiapkan pendirian Akademi Komunitas Pariwisata di 10 destinasi prioritas bekerja sama dengan Kemenristekdikti RI.

”Mengimplementasikan program Pariwisata Goes To Campus, menyiapkan program Pariwisata Pelajar, dan Pariwisata Religi untuk Pesantren. Semua dunia pendidikan akan kami sasar, jadi nantinya akan banyak lahir SDM Pariwisata yang handal,” jelas pria asal Ciamis itu.

Di sisi edukasi non formal, Kemenpar telah melakukan sertifikasi dan pelatihan dasar SDM Kepariwisataan. Dengan target: 35.000 orang di 2016, capaian sampai dengan 9 September 2016 sebanyak 17.750 orang (50,71%), dan diproyeksikan akan selesai pada bulan Oktober 2016.

Selain itu, imbuh Ahman, untuk pelatihan dasar dan pariwisata Goes to Campus ditargetkan 17.600 orang, dan ternyata capaian sampai dengan 9 September 2016 sudah 20.030 orang (113,80%).

”Pariwisata Goes to Campus sudah dilaksanakan di Universitas Diponegoro Semarang (200 mahasiswa), Poltekpar Makassar (445), Universitas Siliwangi Tasikmalaya  (2.673), STP Bali Denpasar (640), STP Bandung (708), Akpar Medan (395), Poltekpar Palembang (199) dan Poltekpar Lombok (120). Jumlah total peserta Pariwisata Goes to Campus adalah 5.980 mahasiswa,” jelasnya.

Kemenpar juga telah menggelar Diklat Kepemanduan Wisata dengan total peserta 650 orang. Rinciannya,  Pelatihan Bahasa Mandarin 150 peserta di Bali, 50 peserta di Medan. Kemudian  Pelatihan Bahasa Arab 50 peserta di Lombok, 50 peserta di Padang, 50 peserta di Aceh. Pelatihan Wisata Bahari 100 peserta di Labuan Bajo, 50 peserta di Bunaken, 50 peserta di Kepulauan Seribu, 50 peserta di Wakatobi. Dan Pelatihan Kepemanduan 50 peserta di Lombok.

Sementara gerakan sadar wisata dengan target 88 lokasi dengan peserta  35.200, capaian sampai dengan 9 September sudah dilaksanakan di 49 Lokasi dengan 19.600 peserta (55,68%).

Selain itu, Kemenpar juga menggenjot peningkatan kapasitas usaha masyarakat di 47 lokasi dengan target 1.645 orang pelaku usaha, dan capaian sampai tanggal 9 September sudah dilaksanakan di 40 lokasi dengan 1.400 peserta (85,11%). Dan yang terakhir adalah Pelatihan Calon Auditor Bidang Usaha Pariwisata dengan target 810 orang dengan capaian sampai dengan 9 September 2016 sebanyak 762 orang (94,07%).

Ahman menjelaskan, minat menjadi profesional di bidang pariwisata sangat tinggi dan seleksi dilakukan dengan cara digital. Saat penerimaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP), para calon mahasiswa sudah diminta untuk melek teknologi dengan cara pendaftaran via online. Tahun 2016 ini, empat sekolah milik Kemenpar itu diseleksi secara bersama-sama secara online, yakni dengan Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi, dan Politeknik Pariwisata (SBM-STAPP) yang digelar serentak di empat Perguruan Tinggi Pariwisata Negeri, yakni Akpar Medan, STP Bandung, STP Nusa Dua Bali dan Poltek Pariwisata Negeri Makassar.

Jumlah pendaftar pada tahun 2016 9.800 calon mahasiswa, meningkat  20 persen dibanding tahun 2015.

“Itu menunjukkan bahwa pamor dan reputasi sekolah-sekolah yang melahirkan profesional di bidang pariwisata makin dibutuhkan, jadi 2017 saya tidak takut kekurangan,” ujarnya.

Ahman optimis, sektor pariwisata akan menjadi penopang utama ekonomi Indonesia di kemudian hari.

“Buktinya, lulusan STP Bandung, 40% bekerja di luar negeri. Akpar Medan 30% juga direkrut oleh perusahaan asing. Rata-rata dari empat kampus itu 30 persen bekerja di luar negeri. Sisanya, terserap habis di sektor pariwisata (dalam negeri), bahkan selalu kekurangan, sehingga mahasiswa yang belum lulus pun sudah menjadi rebutan perusahaan,” tandasnya. (AB/rel)

  • Bagikan