Aplikasi YachtERS Percepat Izin Sandar Kapal Wisata Asing

  • Bagikan
Deputi Koordinasi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman, Agung Kuswandono, saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Aplikasi YachtERS di Bali, (22/9/2016). (dok humas kemenko kemaritiman)

Bali, BatakToday –

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melakukan sosialisasi aplikasi Yacht’s Electronic Registration System (YachtERS) di Bali (22/9/2016). Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan dan mempercepat perizinan bagi yacht asing yang ingin sandar, berlabuh dan melintas di perairan Indonesia, sesuai amanah Perpres 105 Tahun 2015 tentang Kunjungan Kapal Wisata (Yacht) ke Indonesia.

“Kita sudah terlalu lama memunggungi laut dan pesisir di Indonesia, maka kita wajib kembali dan mengingat bahwa laut dan pesisir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Kita harus kembali menjadi poros maritim dunia. Selain aplikasi ini kita juga harus membangun marina supaya memudahkan para wisatawan pengguna kapal yacht bisa bersandar untuk mengisi bahan bakar dan air,” ujar Deputi Koordinasi bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman, Agung Kuswandono dalam sambutannya.

Agung mengungkapkan, perijinan kapal yacht di negara-negara ASEAN lain hanya memerlukan waktu 2-3 hari, sedang di Indonesia bisa memakan waktu hingga 1 bulan. Untuk itu, dengan penggunaan Aplikasi YachtERS ini layanan administrasi dapat dilakukan kurang dari 1 minggu bahkan hanya dalam hitungan hari.

Ditegaskannya, aplikasi YachtErs tidak akan menegasi aspek keamanan, tetapi lebih bersifat fasilitasi dalam memudahkan dan mempercepat proses administrasi.

“Aplikasi YachtErs ini adalah hanya perizinannya, pemeriksaannya tetap ada, cuma modelnya di depan semua, mereka datang sudah mengurus perizinan. Tidak ada yang berubah dari sistem pengawasannya, yang berubah hanya administrasinya,” katanya.

Kapal pesiar MT Seabourn Legend yang secara rutin mengunjungi Indonesia saat sandar di pelabuhan perikanan Sabang beberapa waktu lalu. (Ibnu Sina sabang)
Kapal pesiar MT Seabourn Legend yang secara rutin mengunjungi Indonesia saat sandar di pelabuhan perikanan Sabang beberapa waktu lalu. (Ibnu Sina Sabang)

Agung menambahkan, uji coba aplikasi YachtERS akan dilakukan kepada para operator yacht yang akan berkunjung pada event Sail Karimata yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, Ketua Komite Kebijakan Publik Sektor Transportasi, Marsetio, mengatakan, sektor pariwisata khususnya wisata bahari bisa memberikan kontribusi yang sangat besar tidak saja dari kacamata ekonomi tetapi juga dari perspektif politik luar negeri. Wisatawan asing dan para pemilik yacht yang berkunjung bisa mengenalkan Indonesia ke dunia internasional, sekaligus bisa membantu merubah persepsi tentang Indonesia melalui kemudahan layanan yachters yang cepat. (AYm/rel)

  • Bagikan