Fraksi Gerindra Dukung Pembentukan Pansus PD PAUS

  • Bagikan
Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Siantar (bataktoday/em)

Pematangsiantar, BatakToday

Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kota Pematangsiantar, Oberlin Malau menyesalkan sikap Perusahaan Daerah dan Aneka Usaha (PD PAUS) yang tidak membayarkan gaji pegawainya selama 15 bulan. Menurutnya, sikap PD PAUS ini telah bertentangan dengan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Dari awal sudah saya prediksi, persoalan pegawai di PD PAUS pasti menjadi bom waktu. Itu salah satu dasar saya selama ini mengkritisi langkah-langkah yang diambil pemerintah kota terkait PD PAUS. Ternyata terjadi apa yang selama ini ingin kita hindarkan. Pegawai yang datang berunjuk rasa ke kantor DPRD, itu masih segelintir. Masalah pegawai PD PAUS ibarat gunung es, ini masih yang kelihatan di permukaan. Analisa saya, pegawai yang lain belum ikut turun karena mereka berpikiran akan ada kebijakan, entah oleh pihak mana, untuk menyelamatkan nasib mereka. Dari awal kita kasihan mereka dibodohi. Sayangnya, selama ini malah kita yang mengkritisi PD PAUS, justru dianggap tidak suka ada kemajuan di kota ini,” papar Oberlin saat ditemui di kantor DPRD, Rabu (12/10).

Menurutnya, PD PAUS seharusnya tidak perlu melakukan perekrutan pegawai hingga mencapai tiga ratusan orang. Sebab pada tahap awal PD PAUS belum mempunyai pendapatan yang dapat digunakan membayar gaji pegawainya.

“Belum ada pendapatan, bagaimana mau menggaji, kog berani kali PD PAUS menerima pegawai.  Lazimnya perusahaan dari awal sudah memproyeksikan arus kas, sesuai dengan rencana usaha dan rencana operasional, termasuk di dalamnya proyeksi pendapatan dan belanja., dan dengan mempertimbangkan potensi resiko. Kalau melihat keadaan PD PAUS ini, patut juga jadi pertanyaan, ada apa sebenarnya dibalik perekrutan pegawai?,” sebutnya.

Disinggung pernyataan sikap para pegawai yang mengungkapkan bahwa perekrutan ratusan pegawai PD PAUS dilakukan dengan modus pemerasan, meminta uang pelicin sebesar 20 sampai 50 juta per per orang, Oberlin menyebut jauh sebelumnya dia sudah menduga hal tersebut.

Dia berpendapat, DPRD Siantar tidak lagi harus menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) menyikapi segala persoalan di PD PAUS . Oleh karena itu,  Oberlin berharap calon pegawai yang mengaku diperas oleh calo hingga puluhan juta tetap konsisten dengan pernyataan sikapnya, dan mendesak DPRD lebih masif  untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) PD PAUS.

“Saya lihat sudah banyak sekali persoalan di PD PAUS itu.  Harus dengan pansus baru bisa dituntaskan,” terangnya.

Kemudian bila nantinya pansus telah dibentuk, Oberlin menegaskan akan ‘ngotot’ mewakili fraksi Gerindra di pansus itu.

“Pembentukan Pansus di DPRD kan ada mekanismenya. Intinya, Fraksi Gerindra mendukung DPRD untuk membentuk pansus, supaya terungkap semua calo-calo pemeras dalam rekrutmen pegawai. Dan juga untuk menuntaskan segala persoalan di PD PAUS, demi kebaikan untuk kota Siantar,” ujarnya mengakhiri. (EM)

  • Bagikan