Pengunjukrasa Tuduh Kajari Siantar Terima Suap dalam Kasus Korupsi PD PAUS

  • Bagikan
Aparat kepolisian berusaha keras mencegah aksi pecah telur dan tomat yang hendak dilakukan pengunjukrasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Selasa (25/10/2016). (bataktoday/em)

Pematangsiantar, BatakToday –

Ratusan massa yang bergabung dalam Persatuan Pedagang Kecil Eks Terminal Sukadame (Perkasa), Gerakan Bela Karyawan PD PAUS (Gebrak) dan beberapa organisasi lainnya kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar, Selasa (25/10/2016). Pendemo mendesak Kejari Siantar menetapkan tersangka pada kasus dugaan korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) yang penyidikannya sudah hamper satu tahun tanpa perkembangan.

Tiba di depan Kantor Kejari sekitar pukul 12.00 WIB, massa tidak diijinkan masuk ke halaman kantor, sehingga memilih berorasi di ruas Jalan Sutomo.

Dalam orasinya, juru bicara pengunjukrasa Goklif Manurung mengungkapkan kecewaaannya atas larangan kepada massa memasuki halaman Kejari.

“Kami datang kesini untuk mempertanyakan yang kedua kalinya mengenai perkembangan kasus dugaan korupsi PD PAUS. Tapi, kenapa Kejari tidak memberikan kami masuk. Ada apa dengan Kejari?” seru Goklif disambut sorak sorai pengunjukrasa.

Sementara orator lainnya, Binsar Gultom mengungkapkan bahwa sesuai informasi yang diperoleh massa, Kepala Kejari Siantar telah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu) karena diduga kuat menerima suap dari kasus penyidikan dugaan korupsi PD PAUS.

Sekitar setengah jam kemudian, atas mediasi pihak kepolisian dengan Kejari Siantar, massa akhirnya diijinkan memasuki halaman Kantor Kejari.  Tanpa memberi kesempatan kepada Kepala Kejari Siantar M Masril yang langsung turun menemui massa, pendemo melanjutkan aksinya.

“Pada tanggal 7 Oktober, kami datang berunjukrasa ke kantor Kejari Siantar. Pada saat itu, Kejari Siantar berjanji segera menuntaskan kasus penyidikan. Tapi kenyataannya sampai sekarang tidak tuntas,” seru Binsar Manurung dengan nada tinggi.

Dihadapan Kajari M Masril juru bicara pengunjukrasa berorasi secara bergantian, menuntut  Kajari dipecat dan meminta Kejatisu mengambil alih kasus dugaan korupsi PD PAUS.

Unjuk ras diwarnai insiden saat pengunjukrasa mencoba mengakhiri demo dengan memecahkan telur dan tomat di depan Kantor Kejari, namun berhasil dicegah pihak kepolisian. Beberapa pengunjukrasa yang mencoba memaksa melakukan aksinya akhirnya diamankan aparat kepolisian.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil penyelidikan sejak Oktober 2015, penyidik Kejari Siantar menemukan bukti permulaan tindak pidana korupsi atas dana penyertaan modal Pemko Pematang Siantar pada PD. PAUS TA 2014 dan TA.2015 sebesar Rp 9 milyar, dan dana panjar pembelian kios Pasar Melanthon Siregar tahun 2015 sebesar Rp 4,6 miliar.

Atas dasar tersebut, kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan. Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar M Masril menerbitkan Surat Perintah Penyidikan dengan nomor: Print.Dik.01/N:.12/FD.1/12/2015, tertanggal 14 Desember 2015.

Kejari Siantar, M Masril, pada jumpa pers pasca penerbitan surat perintah penyidikan, Senin (21/12/2015) secara khusus meminta kalangan pers untuk mengawal kasus tersebut.

“Mohon kepada rekan-rekan pers supaya mendukung dan mengawal proses penyidikan ini. Kami sangat berharap, rekan pers untuk mengawal dan membantu tim penyidik untuk dapat menetapkan tersangkanya,” ujar Masril kala itu.

(baca: https://bataktoday.com/kejari-siantar-pers-kawal-penyidikan-kasus-tipikor-pd-paus)

Selanjutnya pada konferensi pers, Senin (12/1/2016), usai tim penyidik Kejari Siantar melakukan penggeledahan Kantor PD PAUS Jalan Merdeka Pematangsiantar, pihak Kejari Siantar berjanji akan segera menetapkan tersangka pada kasus dugaan korupsi tersebut.

“Biasanya kan satu atau dua bulan setelah penggeledahan baru kita bisa umumkan ada tersangka apa tidak. Tapi mudahan-mudahan ini bisa lebih cepat,“ ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Ondo M Purba, yang memimpin langsung penggeledahan.

(baca: https://bataktoday.com/kejari-siantar-segera-tetapkan-tersangka-dugaan-korupsi-pd-paus)

Namun nyaris satu tahun setelah penerbitan perintah penyidikan, tidak satu pun tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus tersebut. (EM/red)

  • Bagikan