(Bukan) Opera Batak : “Sampah dan Eceng Gondok Danau Toba Sama Lezatnya dengan Ikan!”

  • Bagikan
Aksi panggung (Bukan) Opera Batak,oleh Yayasan HKBP Sidorame, Medan di JBAF#3 (ist)

Medan, BatakToday

Pertunjukan teaterikal musik bertajuk (Bukan) Opera Batak yang dikemas dalan nuansa kontemporer memukau para penonton yang ramai memenuhi gedung utama Taman Budaya Sumatera Utara.

Seru kali bah! seru siswa-siswi SD Yayasan Perguruan HKBP Sidorame, Medan, saat lampu panggung dinyalakan oleh tim lighting.

Persiapan latihan yang dipandu oleh tim panitia Jong Bataks Festival Arts #3, yakni Agus Susilo dan Ojax Manalu tidak berakhir sia-sia. Opera musik ini menceritakan mirisnya suasana dan lingkungan di Danau Toba yang mulai kotor dan dipenuhi eceng gondok serta sampah.

Penampilan grup opera Yayasan HKBP Sidorame, Medan, di JBAF#3 (ist)
Penampilan grup opera Yayasan HKBP Sidorame, Medan, di JBAF#3 (ist)

Pernyataan tegas ini diserukan oleh salah satu lakon nelayan yang tertawa meledek.

“Sampah, eceng gondok, di Danau Toba ini sama lezatnya dengan ikan.. hahaha…,” ledeknya ironis.

Selain itu, diperankan bagaimana para pejabat tidak memberikan solusi terbaik kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian dan keindahan danau. Pejabat yang hanya merasa kenyang di atas penderitaan masyarakat yang lapar dan miskin.

Pesan ini tersirat ketika lakon pejabat memarahi masyarakat dan mengejek mereka.

“Mandi sana! Kau bilang Danau Toba-mu itu indah…, percuma belajar tortor, hanya merepotkan!” begitu potongan kalimat sang pejabat dalam lakon ini.

Next Generation Orchestra, mengiringi (Bukan) Opera Batak, JBAF#3 (ist)
Next Generation Orchestra, mengiringi (Bukan) Opera Batak, JBAF#3 (ist)

Agus Susilo, penulis naskah sekaligus pelatih mengungkapkan bahwa (Bukan) Opera Batak merupakan opera yang diiringi musik modern dan mengandung pesan moral. Keindahan Danau Toba yang dipuja oleh dunia, kiranya jangan musnah oleh perbuatan manusia yang mengambil keuntungan.

Untuk menambah kepuasan batin penonton, penampilan siswa-siswi Yayasan HKBP Sidorame didukung oleh Next Generation Orchestra, yang mengiringi opera dengan musik menggebu-gebu, kadang menyayat, hingga menyentuh siapapun yang melihat pertunjukannya. (rel/ajvg)

  • Bagikan