Pilkada Siantar: Pasien Rawat Inap dan Tahanan Gunakan Formulir A5

  • Bagikan
Bimbingan Teknis Ketua KPPS untuk Pilkada Siantar, di Aula Siantar Hotel, Rabu (2/11) (bataktoday/em)

Pematangsiantar, BatakToday

Pemilih yang menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas, keluarga pasien dan tenaga medis atau karyawan rumah sakit, serta pemilih yang menjalani penahanan di kepolisian sektor, kepolisian resort maupun kejaksaan karena keadaannya, dapat menggunakan hak pilihnya di TPS yang terdekat dengan menggunakan formulir A5 (pindah memilih).

Hal ini diungkapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kota Pematangsiantar bidang teknis, Batara Manurung, saat melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 535 ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), di Aula Siantar Hotel, Rabu (2/11).

Adapun yang menjadi dasar hukum KPUD Siantar menyatakan hal tersebut yakni,  UU No. 8 tahun 2015, PKPU No. 2 tahun 2015, PKPU No. 10 tahun 2015, dan PKPU Nomor 14 tahun 2016.

Selain itu, sebelum melaksanakan pemungutan suara, Batara mengatakan bahwa KPPS diwajibkan mensosialisasikan pelaksanaan pemungutan suara, pembagian surat pemberitahuan (C6-KWK), dan  pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Mengenai proses pemungutan suara dan tata letak pemungutan suara, Batara menerangkannya melalui denah pemungutan suara yang masing-masing dimiliki peserta Bimtek.

Batara mengutarakan, yang berhak memilih adalah yang namanya terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Sementara pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb, dapat menggunakan KTP Elektronik atau surat keterangan dari Disdukcapil yang menerangkan pemilih telah berdomisili tetap di wilayah administrasi yang sedang menyelenggarakan pemilih.

Terkait tahapan pemungutan suara, Batara menegaskan, KPPS harus memeriksa nama pemilih, pemilih didaftar dalam formulir C7, pemberian surat suara, memasukkan surat suara ke dalam kotak suara, dan menandai jari tangan sebagai tanda memilih.

“KPPS juga harus berkoordinasi mengenai tahapan dengan Panwas TPS. Karena pemungutan suara ditutup pukul 13.00 WIB,” ujarnya.

Lanjut Batara lagi, pemungutan suara di TPS dapat diulang apabila terjadi gangguan keamanan yang mengakibatkan hasil pemungutan suara tidak dapat digunakan atau perhitungan suara tidak dapat dilakukan.

“Perhitungan surat suara ulang meliputi, penghitungan ulang surat suara di TPS, dan penghitungan ulang surat suara di PPK.  Jadi kami tekankan kepada semua KPPS supaya menjalankan tugas, pokok dan fungsinya dengan benar,” tegas Batara.(EM)

  • Bagikan