Pdt Dr Victor Tinambunan: “Mari Dewasa dalam Berdemokrasi!”

  • Bagikan
Pdt Dr Victor Tinambunan, Ketua STT HKBP Pematangsiantar (bataktoday/ajvg)

Pematangsiantar, BatakToday

Penajaman Visi dan Misi Paslon sebagai tahapan Pilkada Susulan Siantar, yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 Nopember 2016, secara umum berkisar pada isi dari apa yang akan disampaikan para paslon, dan bagaimana paslon menyampaikannya.

Demikian disampaikan Pdt Dr Victor Tinambunan, yang akan menjadi moderator pada Penajaman Visi dan Misi Paslon yang akan datang, dalam wawancara singkat dengan BatakToday, seusai acara “Dialog Interaktif dalam Rangka Pemilukada Pematangsiantar”, yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Theologia Huria Kristen Batak Protestan (STT HKBP) Pematangsiantar, Sabtu (05/11/2016), di Aula STT HKBP Jalan Sangnaualuh, Pematangsiantar.

“Apa yang diminta untuk disampaikan pasangan calon dalam Dialog Interaktif hari ini, salah satu pasti akan muncul sebagai pertanyaan yang diajukan pada penajaman visi-misi, 12 Nopember nanti. Kemudian mereka yang hadir dalam acara itu  nanti, sedikitnya akan dapat menangkap dua hal, yaitu apa isi visi-misi para pasangan calon, dan bagaimana mereka menyampaikannya,” sebutnya mengawali.

Pdt Victor menyebutkan juga, dari penajaman visi-misi nanti, diharapkan isi visi-misi dan bagaimana cara paslon menyampaikannya akan berdampak positip terhadap pemilih dalam Pilkada Siantar.

“Isi visi-misi yang bagus, jika disampaikan dengan cara yang baik, itu mantap. Bisa juga, isinya bagus tapi caranya tidak bagus, itu kurang. Dan bisa juga, caranya bagus tapi isinya tak bagus. Yang kita harapkan dari masing-masing pasangan calon, tentunya bagaimana isi pemaparan visi-misi paslon itu mantap, dan bagaimana cara mengungkapkannya juga mantap. Sehingga menjadi referensi bagi pemilih dalam Pilkada Siantar, untuk menentukan pasangan yang terbaik dalam pilkada nanti,” ujarnya.

Sebagai pihak yang netral, Pdt Victor mengharapkan pengaruh positip dari tahapan Penajaman Visi dan Misi Paslon yang akan diselenggarakan di Sapadia Hotel, Pematangsiantar, menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi, terutama bagi masyarakat Siantar dalam mengikuti pilkada kali ini.

“Saya sebagai moderator, tentu harus bersikap netral, tidak berpihak pada siapa pun, walaupun saya punya pilihan pribadi di pilkada nanti. Itu satu yang diharapkan menjadi bagian dari pembelajaran dalam berdemokrasi. Kemudian, dengan kehadiran para paslon dan paparannya, para hadirin akan bisa menilai bagaimana isi visi-misinya, dan bagaimana mereka menyampaikannya. Tentu apa yang dilihat dan yang menjadi penilaian para hadirin, secara alamiah nantinya juga akan diketahui masyarakat Siantar. Sekali lagi, itu juga akan menjadi bagian pembelajaran demokrasi sebelum pemilih menentukan pilihannya,” papar Pdt Victor lebih jauh.

Pdt Dr Victor Tinambunan dan Isteri (paling kanan), beserta staf STT dan Pendeta HKBP (bataktoday/ajvg)
Pdt Dr Victor Tinambunan dan Isteri (paling kanan), beserta staf STT dan Pendeta HKBP (bataktoday/ajvg)

Dia menambahkan, selain dari visi dan misi pasangan calon peserta pilkada, pemilih bisa menambah referensi melalui track record pasangan calon sebelum menentukan pilihan. Perpaduan visi-misi dan track record paslon, diharapkan menjadi menjadi dasar bagi pemilih dalam menentukan pilihan.

“Yang hadir dalam tahapan penajaman visi misi nanti diharapkan akan menyampaikan kepada orang lain, apa yang dilihatnya. Ini diharapkan bisa berantai, dan sampai kepada masyarakat Siantar, yang kemudian menjadi penentu dalam pilkada ini. Tentu akan lebih bagus lagi bila masyarakat berupaya mengetahui track record dari masing-masing pasangan calon. Sehingga hasil pilihan masyarakat secara keseluruhan adalah benar- benar merupakan yang terbaik bagi kota ini,” jelasnya, dengan harapan masing-masing hadirin akan menyampaikan kepada setidaknya 10 orang pemilih lainnya.

Dalam ruangan tempat berlangsungnya dialog interaktif pada hari itu, terjadi ‘insiden kecil’ antara beberapa pendukung pasangan calon. Disinggung tentang ‘insiden’ ini, Pdt Victor menyebutnya suatu kesilapan dalam memaknai arti dari kegiatan dialog interaktif.

“Pertama, fokus kita seharusnya adalah bagaimana Siantar ini menjadi lebih baik. Soal siapa yang akan terpilih, itu sah-sah saja. Tetapi kalau kota Siantar dijadikan sebagai fokus kita, tentu kita juga harus mengedepankan yang umum. Artinya, fanatis boleh, tapi fanatis yang berlebihan untuk mendukung seseorang, apalagi dengan menjatuhkan yang lainnya, saya kira itu harus kita hindarkan. Dialog ini bukan ajang kampanye, bahkan dalam kampanye pun, fanatisme yang berlebihan juga tidak baik. Dialog seperti ini harus kita maknai sebagai proses pencarian untuk yang terbaik bagi kota Siantar yang kita cintai,” tuturnya, menyelipkan harapan  untuk kota Siantar.

Pdt Victor menyampaikan pesan bagi para pendukung masing-masing paslon dalam Pilkada Siantar. Dikatakannya, siapa pun yang akan terpilih, itulah yang kemudian harus didukung untuk kebaikan kota Siantar.

“Toh, hanya satu pasangan calon yang akan terpilih. Nah, kalau nanti sudah terpilih, memang itulah bagian yang terbaik yang harus kita dukung, demi kebaikan kita semua. Jadi, walaupun tadi ada insiden sedikit, dan menurut saya tidak menjadi masalah besar, tetapi dengan pengalaman hari ini saya kira nanti di tanggal 12 Nopember, kita juga harus antisipasi. Tunjukkan lah bahwa kita ini dewasa dalam berdemokrasi!” tegasnya.

Akhirnya, Pdt Dr Victor Tinambunan, yang juga adalah Ketua STT HKBP Pematangsiantar, menyampaikan himbauan kepada warga Siantar, sehubungan Pilkada Susulan yang akan melaksanakan pemungutan suara pada tanggal 16 Nopember 2016.

“Sudah sekian lama kita merdeka, kita semua warga Siantar harus menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Kita punya pilihan, itu sah… OK! Tetapi, di sisi lain kita juga harus menghormati pilihan orang lain!” demikian Pdt Dr Victor Tinambunan.(ajvg)

  • Bagikan