Pemerintah Siapkan Peta Dukungan Infrastruktur Pengembangan Danau Toba

  • Bagikan
Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis BPIW Kementerian PUPR, Rezeki Peranginangin (kanan), saat menyampaikan paparan dalam Rapat Penyampaian Progres Program Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (8/11/2016). (foto: humas pupr)

Jakarta, BatakToday –

Pemerintah melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyusun peta dukungan menyeluruh infrastruktur PUPR untuk pengembangan Kawasan Danau Toba. Peta dukungan tersebut dibutuhkan untuk mengintegrasikan perencanaan 4 unit kerja di lingkungan Kementerian PUPR yang akan terlibat dalam pembangunan infrastruktur di kawasan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo menjadi destinasi wisata bertaraf internasional itu.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis BPIW Kementerian PUPR, Rezeki Peranginangin, dalam Rapat Penyampaian Progres Program Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

“Dalam peta tersebut akan memuat titik-titik dukungan infrastruktur PUPR, mulai dari dukungan Ditjen (Direktorat Jenderal-red) Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga dan Ditjen Penyediaan Perumahan,” ujar Rezeki Peranginangin.

Ia menambahkan, dukungan infrastuktur PUPR untuk pengembangan Danau Toba, diantaranya oleh Ditjen Sumber Daya Air meliputi pembangunan embung, pembersihan eceng gondok, pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), irigasi dan lainnya.

“Kemudian Dirjen Bina Marga dari sisi konektivitas akses, untuk pengembangan dan pemantapan jalan dan jembatan. Adapun Ditjen Penyediaan Perumahan melakukan pembangunan permukiman,” tuturnya.

Rezeki memastikan, Kementerian PUPR terus melakukan percepatan dalam mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas Danau Toba. Saat ini, lanjutnya, perkembangan dukungan itu ada yang telah, sedang dan akan dilaksanakan

Rezeki menjelaskan, untuk memperlancar akses dan konektivitas menuju Danau Toba, saat ini telah dilakukan rekonstruksi jalan menuju Bandara Sibisa sepanjang 15,6 kilometer, yakni dari Desa Girsang menuju Bandara Sibisa.

“Pada 2017, Kementerian PUPR akan melakukan pengaspalan jalan sepanjang 2,5 kilometer di Lingkar Parapat. Kemudian akan ada juga pengembangan Jalan Lingkar Dalam Samosir yang saat ini sudah memasuki tahap lelang,” ucapnya.

Lalu ada juga rencana pembangunan Jembatan Tano Ponggol yang Detail Engineering Designe (DED) nya telah selesai. Selain itu akan dibangun Jalan Tol Tebing Tinggi-Parapat dengan target selesai 2019. Proyek tersebut akan dibangun dengan pola joint venture (kerjasama modal) antara Jasa Marga dan Waskita Karya.

“Rencananya penandatanganan kerjasama itu akan dilakukan pada 10 November 2016.  Adapun untuk feasibility study (FS) sudah mencapai 80 persen,” terang Rezeki.

Lebih jauh dijelaskan, untuk restorasi Danau Toba saat ini masih dilakukan pembersihan terhadap eceng gondok seluas 5.000 meter persegi. Kemudian juga ada rencana pembangunan lima embung untuk kebutuhan air baku di Kabupaten Samosir.

“Untuk pembangunan embung-embung perkembangnnya dalam tahap penyelesaian pembebasan lahan. Serta, ada juga rencana pembangunan untuk permukiman,” ujarnya.

Turut hadir dalam rapat, perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pimpinan rapat Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Jamaludin, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Kementerian PUPR. Ia berharap, pada rapat selanjutnya dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, seluruh dukungan dari lintas kementerian tersebut sudah dapat diintegrasikan dengan baik. (marc/ris/infoBPIW)

  • Bagikan