Angkasa Pura II Dukung Penuh Pengembangan Pariwisata Nasional

  • Bagikan
Satu rombongan wisatawan nusantara berpose sesaat setelah mendarat di bandar udara (bandara) Silangit Tapanuli Utara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Bandara tersebut menjadi pintu masuk melalui jalur udara ke kawasan pariwisata Danau Toba. (foto: humas PT AP II)

Jakarta, BatakToday –

Untuk mendukung pengembangan pariwisata nasional, PT Angkasa Pura II (Persero) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Kementerian Pariwisata. Kedua pihak akan bersinergi dalam mempromosikan pariwisata nasional ke dunia internasional serta meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia. Selain itu, PT Angkasa Pura II (AP II) juga mengambil inisiatif pengembangan pariwisata dengan pemberian insentif kepada maskapai penerbangan yang membuka rute penerbangan internasional, serta mempromosikan destinasi-destinasi wisata lokal di setiap bandara yang dikelola.

“AP II akan berperan aktif dalam meningkatkan frekuensi kunjungan wisman ke Indonesia khususnya melalui bandara yang dikelola perusahaan, antara lain dengan menyediakan program insentif bagi maskapai yang membuka rute baru penerbangan internasional,” ujar Chief of Air Traffic & Tourism Development PT Angkasa Pura II (Persero), Rosita Kurniawati, seperti dilansir dari siaran pers PT Angkasa Pura II yang diterima BatakToday hari ini, Minggu (13/11/2016).

Rosita menambahkan, sebagai bagian dari promosi bersama Kementerian Pariwisata, AP II juga akan mencantumkan logo “Wonderful Indonesia” serta menampilkan video dan foto milik Kementerian Pariwisata di seluruh bandara yang dikelola perusahaan. Di samping itu, AP II juga akan ikut berpartisipasi dalam setiap event internasional dan kegiatan promosi lainnya.

Selanjutnya dijelaskan, AP II juga berkomitmen untuk menyediakan fasilitas dan pelayanan yang baik di setiap bandara sehingga dapat mendatangkan lebih banyak wisman. Rosita mencontohkan penyesuaian pelayanan yang dilakukan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, sehingga bandara tersebut berhasil menjadi nominator World’s Best Airport for Halal Travellers dalam The Halal Tourism Awards 2016 yang tengah berlangsung saat ini.

Sementara itu dalam aspek operasional, AP II juga akan melakukan penyesuaian di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau dengan memperpanjang jam operasional dari pukul 19.00 WIB menjadi pukul 24.00 WIB seiring dengan rencana Sriwijaya Air dan Citilink membuka penerbangan dari Tiongkok. Strategi penyesuaian operasional ini juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah pergerakan penumpang di bandara-bandara.

Jumlah Penumpang di 2016 Diperkirakan Naik 11 Persen

Pada periode Januari-Oktober 2016, jumlah penumpang di seluruh bandara yang dikelola AP II tercatat sekitar 77,66 juta orang atau meningkat 12,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 68,96 juta penumpang.

Hingga akhir tahun ini atau sepanjang Januari-Desember 2016 jumlah penumpang diperkirakan mencapai 93,23 juta atau naik 11 persen dibandingkan dengan Januari-Desember 2015 sebanyak 84,29 juta penumpang.

“Peningkatan jumlah penumpang di antaranya didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang cukup baik sehingga permintaan perjalanan dengan pesawat meningkat di mana hal ini juga dapat dilihat dari dibukanya rute-rute baru baik itu internasional maupun domestik melalui bandara yang dikelola AP II. Pada tahun ini beberapa maskapai juga mengganti pesawat berbadan sedang atau narrow body menjadi berbadan lebar atau wide body, sehingga kapasitas meningkat,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin menjelaskan, melalui sejumlah program inovasi dan rencana bisnis yang baru, tahun depan pihaknya menargetkan 100 juta penumpang di bandara-bandara AP II, terdiri dari 80 persen penumpang rute domestik dan 20 persen  rute internasional.

Salah satu bentuk peningkatan pelayanan di bandara-bandara, terang Awaluddin, pihaknya berkomitmen menampilkan kearifan lokal dipadu dengan teknologi informasi terkini sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepada penumpang pesawat.

“Saat ini AP II sedang melakukan transformasi bisnis salah satunya dengan menggenjot pembangunan infrastruktur fisik dan lunak. Soft infrastructure itu adalah teknologi informasi dalam rangka menunjang smart airport di bandara-bandara yang dikelola AP II. Quick Win untuk airport go digital sudah ditetapkan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” katanya.

Awaluddin menambahkan, untuk mewujudkan smart airport di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, pihaknya melaksanakan 9 program utama, yakni penyediaan aplikasi mobile, kios self service check-in dan self service baggage-drop, peningkatan bandwidth WiFi menjadi 50 Mbps per access point, smart toilet, smart parking building, pembuatan fleet management system untuk shuttle dan public bus bandara, digitalisasi proses antrian taksi, pembangunan airport operation control center (AOCC), serta integrasi automatic baggage handling system (Automatic BHS). (Phil/rel)

  • Bagikan