Pilkada Siantar, TRS: “Banyak Kecurangan, Saya Akan Bawa ke Jalur Hukum”

  • Bagikan
Calon Walikota dalam Pilkada Siantar, Teddy Robinson Siahaan (bataktoday/em)

Pematangsiantar, BatakToday

Calon Walikota Pematangsiantar nomor urut 3, Teddy Robinson Siahaan (TRS) mengaku sangat kecewa dengan sistem penyelenggaraan pelaksanaan Pilkada Siantar. Menurutnya, sampai pada hari pemungutan suara, banyak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Siantar.

Hal ini diungkapkan TRS kepada wartawan usai menyampaikan protes secara lisan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pematangsiantar, Rabu (16/11) sekitar pukul 20.00 WIB.

Salah satu hal yang disebut TRS telah terjadi kecurangan yang masif adalah mengenai pendistribusian surat undangan C6 kepada pemilih yang dilakukan oleh KPPS. Dia menduga kuat banyak oknum KPPS yang bersekongkol dengan tim sukses pasangan calon nomor urut 2 (Hulman-Hefriansah), supaya C6 tidak diserahkan kepada pemilih. Bahkan dia juga mengungkapkan sudah mengantongi nama oknum-oknum KPPS yang dinilainya tidak mendistribusikan C6.

“Sampai hari pemungutan suara masih banyak warga yang belum mendapatkan surat undangan C6. Masyarakat kan tidak semua tau, bahwa apabila tidak mendapat undangan C6, bisa memilih dengan membawa KTP Elektronik.  Kami punya bukti video, dimana ribuan orang datang silih berganti  membawa surat undangan C6 ke rumah Hulman, selama dua hari menjelang pemungutan suara. Ngapain coba C6 dibawa kesana,” ungkap TRS.

Ditanya langkah yang dilakukan terkait adanya temuan kecurangan pada pelaksanaan Pilkada Siantar, TRS menegaskan bahwa dia akan membawanya ke jalur hukum.

“Mengenai upaya hukum yang bakal kami tempuh, saya diskusikan dulu bersama tim,” tegasnya. (EM)

  • Bagikan