KETIKA PRESIDEN KERJA INGIN DI LENGSERKAN…

  • Bagikan

Ibarat mengurai benang kusut yang sudah puluhan tahun, semua butuh proses dan butuh waktu. Tetapi dua tahun kepemimpinan Presiden Jokowi sudah banyak dilihat hasil kerjanya dan mulai bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia.

Terkait soal kasus dugaan penistaan agama saat ini proses hukum sedang berjalan, marilah kita sebagai warga negara Indonesia yang baik menghormati proses hukum tersebut, dan tidak melakukan intervensi.

Seperti diketahui, aturan di kepolisian menyebutkan ada dua faktor yang bisa menyebabkan seseorang ditahan. Yaitu faktor objektif dan subjektif.

Dari objektivitas, seluruh saksi ahli yang diperiksa tidak bulat dalam memberikan keterangan kepada kepolisian. Di sisi lain, penyidik pun tidak bulat dalam memutuskan kasus dugaan penistaan agama tersebut.

Sedangkan dari sisi subjektivitas, Polri bisa melihat dari tiga faktor. Yaitu alasan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatan.

Selama ini yang bersangkutan terlihat cukup kooperatif, bahkan saat belum dipanggil saja sudah datang, dan saat dipanggil resmi juga datang. Yang kedua ikut pilkada, apabila melarikan diri pastinya tidak mungkin, karena itu akan merugikan dirinya sendiri. Tapi penyidik tidak mau ambil risiko dalam menangani kasus ini, oleh sebab itu dicegah untuk tidak ke luar negeri.

Terkait barang bukti, kepolisian sudah berhasil menemukan barang bukti asli utama berupa rekaman video diambil dari Pemprov DKI Jakarta. Jadi tidak mungkin yang bersangkutan akan menghilangkan barang bukti tersebut.

Faktor mengulangi perbuatan juga belum cukup memenuhi unsur. Karena yang bersangkutan belum ada upaya untuk mengulangi perbuatannya seputar dugaan penistaan agama tersebut, oleh karena itulah tidak di tahan.

Jadi kalau ada unjuk rasa lagi pada tanggal 2 Desember 2016, perlu dipertanyakan lagi maksud dan tujuannya. Perlahan semakin terlihat arahnya yang terus mendekat dan bergeser ke presiden.

Sampai akhirnya diketahui oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengenai adanya rapat-rapat yang mengarah kepada makar atau penggulingan pemerintah dalam rencana aksi unjuk rasa pada 2 Desember mendatang,

Jika sosok seperti Presiden Jokowi saja ingin di lengserkan, lalu mau Presiden yang seperti apalagi? (admin fanpage ISP)

  • Bagikan