Presiden Jokowi: Ibu Sinta Nuriyah Wahid Ingatkan Saya bahwa Kemajemukan adalah Anugerah Allah

  • Bagikan
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres XVII Muslimat Nahdlatul Ulama, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11/2016). (foto: Biro Pers Setpres)

Jakarta, BatakToday –

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang majemuk. Kemajemukan yang dimiliki Indonesia tersebut merupakan suatu anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT. Oleh karenanya, presiden mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawat kemajemukan tersebut.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Kongres XVII Muslimat Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11/2016), seperi dilansir dari rilis Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden.

Setengah bercanda, presiden mengawali sambutannya dengan menyinggung kondisi terkini Ibu Kota yang menurut banyak pihak sedang panas.

“Sebetulnya tidak panas, hanya hangat. Apalagi sekarang ibu-ibu muslimat NU hadir di Jakarta. Semuanya menjadi sejuk, semuanya menjadi dingin kembali alhamdulillah,” ujarnya yang langsung disambut tawa 2.000 lebih peserta kongres.

Presiden kembali mengingatkan mengenai keberagaman bangsa ini, dimana terdapat setidaknya 646 bahasa lokal dan sekitar 1.128 suku. Ketenteraman di antara segala keberagaman tersebut haruslah dijaga dengan baik.

“Tadi disampaikan oleh Kyai Said Aqil Siradj, yang satu suku saja bisa berperang, kita ini ada 1.128. Ini yang perlu saya ingatkan, kita jaga, kita rawat bersama. Saya setiap datang ke provinsi, setiap datang ke pulau-pulau kecil, setiap datang ke kabupaten/kota (saya) betul-betul merasakan sekali betapa kita memang berbeda-beda,” terangnya.

Presiden juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling melindungi dan menghargai satu sama lain. Sudah selayaknya mayoritas melindungi minoritas. Sebaliknya, yang minoritas juga menghargai yang mayoritas.

“Marilah yang mayoritas itu melindungi yang minoritas. Tetapi yang minoritas juga harus menghormati dan menghargai yang mayoritas. Saling melindungi, saling menjaga, saling menghargai. Inilah keindonesiaan kita. Kita sering lupa ini,” tegas presiden.

Presiden mengungkapkan bahwa selama ini ia sendiri selalu diingatkan oleh sejumlah pihak mengenai keberagaman Indonesia,  salah satu di antaranya ialah oleh Ibu Sinta Nuriyah Wahid, Ibu Negara Indonesia ke-4.

“Saya sering diingatkan oleh Bu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, mengenai keberagaman, mengenai kemajemukan kita, untuk hati-hati. Kalau bertemu, beliau selalu mengingatkan saya kalau itu adalah anugerah dari Allah yang diberikan kepada kita yang harus kita rawat,” ungkapnya.

Hati-hati Gunakan Media Sosial

Di hadapan para muslimat NU, Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak agar berhati-hati sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak dalam menggunakan media sosial. Sebab, sebagaimana diketahui, belakangan ini linimasa media sosial dipenuhi dengan hujatan, ejekan, fitnah, dan juga adu domba.

“Hati-hati dalam menggunakan media sosial. Saya ingin mengajak, marilah kita bersama-sama memberikan pelajaran kepada anak-anak kita, mengedukasi anak-anak kita. Karena kalau saya lihat dalam sebulan belakangan ini yang ada di media sosial adalah saling menghujat, saling mengejek, saling menjelekkan, saling memaki, saling fitnah, saling mengadu domba,” terangnya.

Presiden meyakini bahwa apa yang ditemukannya tersebut bukanlah nilai-nilai Islami dan nilai ke-Indonesiaan kita. Karena sesungguhnya Indonesia hanya mengenal dan menganut budi pekerti dan sopan santun dalam keseharian.

“Ini fakta yang harus saya sampaikan. Banyak berita-berita bohong. Itu bukan nilai-nilai Islami kita, itu bukan tata nilai ke-Indonesiaan kita. Karena tata nilai kita adalah budi pekerti yang baik, nilai-nilai sopan santun,” tegas presiden.

Kongres XVII Muslimat NU sendiri berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada 23 sampai 27 November mendatang. Peserta kongres tersebut terdiri dari pimpinan pusat, pimpinan wilayah, pimpinan cabang, cabang istimewa, peninjau dan juga undangan.

Kehadiran Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khafifah Indar Parawansa, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset dan Teknologi Muhammad Nasir, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Ketua DPR RI Ade Komarudin, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, Ibu Negara Indonesia ke-4 Sinta Nuriyah Wahid, Ir. K.H. Solahuddin Wahid, K.H. Hasyim Muzadi, dan sejumlah duta besar negara sahabat. (Phil/HK)

  • Bagikan