Sikap atas Pernyataan Gubernur Sumatera Utara

  • Bagikan
Anggota DPRDSU. Sutrisno Pangaribuan (doc. sutrisno pangaribuan)

Medan, BatakToday

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi yang mempertontonkan perilaku tidak layak sebagai pemimpin publik pada Aksi Damai 212, Jumat (2/12/2016) di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, menimbulkan berbagai respon dalam masyarakat, khususnya di Sumatera Utara sendiri. Tak kurang rakyat yang duduk di DPRD Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, kepada BatakToday menyampaikan sikap melalui rilisnya, yang diterima BatakToday pada Senin kemarin (5/12).

Baca juga: Gubernur Sumut: Kalau Saya Bilang ‘Ahok’, Kalian Bilang ‘Tangkap’

Dalam rilisnya Sutrisno menyampaikan bahwa sebagai wakil rakyat di DPRDSU dia sepakat dengan sikap Presiden RI Joko Widodo yang mengucapkan terimakasih atas aksi ‘super’ damai doa dan istiqosah umat, dan menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang berjalan dengan tertib.

Menurutnya, Presiden menempatkan diri sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang hanya tunduk kepada Konstitusi.

“Kehadiran Presiden tidak memengaruhi dan dipengaruhi apapun. Presiden dengan tulus, berani hadir di tengah umat, rakyatnya yang sedang berdoa dalam aksi super damai. Presiden percaya kepada rakyatnya sendiri. Kehadiran Presiden menyejukkan kepada semua pihak, melengkapi guyuran hujan yang membasahi umat. Itulah tugas Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, pemimpin rakyat,” sebut Sutrisno.

Sutrisno juga mengapresiasi, ketika umat di kota Medan melakukan aksi super damai. Aksi berjalan aman, damai dan tertib sebagaimana bingkai aksinya super damai.

Menurutnya, kehadiran para pejabat publik, pemerintahan, forum koordinasi pimpinan daerah memberi pesan bahwa semua pihak mendukung aksi super damai, doa dan istqosah bagi kebaikan Indonesia.

“Kehadiran para pejabat tidak dimaksudkan untuk memengaruhi atau dipengaruhi oleh apapun, tetapi semata- mata untuk memastikan bahwa aksi super damai memang harus damai, tertib. Tidak boleh ada pengaruh negatif dari siapapun yang mencederai ketulusan dari aksi super damai di kota Medan. Aksi dengan tujuan kebaikan Indonesia dan Sumatera Utara mendapat dukungan dari publik, kami sebagai wakil rakyat dan juga Keluarga Besar PDI Perjuangan mengucapkan terimakasih atas aksi super damai di Kota Medan. Semua orang yang berdoa dengan tulus untuk kebaikan Indonesia, adalah teman, sahabat bahkan saudara dari PDI Perjuangan,” sambungnya.

Namun Sutrisno sangat prihatin atas sikap Gubernur Sumut, yang dalam menanggapi aksi itu, justru dianggapnya mencederai kedamaian yang tercipta oleh dan dalam aksi itu.

“Tetapi kita semua terkejut, kecewa bahkan prihatin ketika Erry Nuradi, Gubernur Sumatera Utara, didaulat untuk menyampaikan sikap di hadapan aksi super damai. Harapan kita, sebagaimana Presiden, seharusnya Gubernur tidak menyampaikan pernyataan yang tidak terkait dengan tugasnya dan yang tidak menyangkut wilayah kerjanya. Pada rekaman yang tersebar di berbagai media, secara sengaja Gubernur memimpin bersahutan dengan massa aksi, melalui “jika saya bilang Ahok, semuanya bilang tangkap”, lalu beliau bicara “Ahok”, lalu massa aksi menyahut “tangkap”,” demikian Sutrisno menjelaskan kembali apa yang dilakukan Erry dalam aksi itu.

Menurutnya, sikap yang ditunjukkan Erry telah melenceng dari apa yang sepantasnya dan seharusnya dilakukan seorang gubernur dalam menghadapi aksi sejenis.

“Sebagai Gubernur, Erry Nuradi telah melakukan kekeliruan dengan masuk pada urusan yang tidak berkaitan langsung dengan tugas dan wilayah kerjanya. Sebagai Gubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi seharusnya menyampaikan pesan yang berkaitan langsung dengan tugasnya  sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah. Sehingga seluruh sikap, pernyataan dan tindakan Gubernur Sumatera Utara harus sejalan dengan sikap Presiden RI. Kesatuan sikap, pernyataan serta tindakan Gubernur terhadap Presiden bukan merupakan kehendak Presiden, tetapi kehendak Konstitusi. Sehingga siapapun Presiden, sikap, pernyataan serta tindakan Gubernur tidak dibenarkan berbeda apalagi bertolak belakang dengan sikap Presiden,” ujar Sutrisno.

Oleh karenanya, Sutrisno menyampaikan sikapnya atas sikap, pernyataan dan tindakan Gubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi yang diekspresikan dalam aksi super damai ‘212’ di kota Medan.

Pernyataan sikap tersebut dapat dibaca lebih lanjut, pada halaman berikut ini:

Sutrisno Pangaribuan: Sikap atas Pernyataan Gubernur Sumatera Utara dalam Aksi Damai…

  • Bagikan