Keragaman dan Toleransi Beragama Disorot pada Peringatan Maulid Nabi di Bandung

  • Bagikan
Ribuan orang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad di Lapangan Gasibu Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12/2016). (Muslimina)

Bandung, BatakToday –

Di tengah meningkatnya ketegangan agama di seantero negeri, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Daarut Tauhid  Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12/2016), menyoroti pentingnya menghargai keberagaman dan toleransi beragama.

Setidaknya 20.000 siswa pesantren yang dipimpin oleh ustadz terkemuka Abdullah Gymnastiar itu menghadiri acara di Lapangan Gasibu, Bandung.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan apresiasi atas perayaan yang berlangsung lancar meskipun dihadiri oleh sejumlah besar orang itu.

“Islam adalah rahmatan lil’alamin (berkah bagi alam semesta-red). Tidak membedakan orang berdasarkan etnis, agama, ras atau afiliasi antarkelompok,” katanya.

Menjelang perayaan Natal pada 25 Desember, Kapolri meminta semua kelompok untuk menghormati dan memungkinkan umat Kristiani melakukan ibadah dengan tenang.

“Jika Bandung aman, Jawa Barat dan Indonesia akan aman juga,” ujar Kapolri.

Walikota Bandung Ridwan Kamil mengingatkan para pemimpin untuk selalu berhati-hati tentang apa yang mereka katakan.

“Mohon doa, agar sebagai pemimpin kami bisa terus menahan diri dari mengatakan apa pun yang bisa menyinggung perasaan orang lain,” katanya.

Tito dan Ridwan berada di antara tokoh-tokoh yang menghadiri perayaan, yang bertepatan dengan ulang tahun ke-26 Pondok Pesantren Daarut Tauhid.

Turut hadir pada acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan wakilnya Deddy Mizwar, Komandan Kodam Siliwangi Mayjen Muhammad Herindra, Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Bambang Waskito dan Ketua Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali M Da’i. (marc/ebf)

  • Bagikan