Sidang Lanjutan Kasus Pancagila “Molor” ke Tahun Depan

  • Bagikan
Sahat S Guning (kedua dari kanan), terdakwa kasus Pancagila, dan keluarganya, berposes bersama Shohibul Anshor Siregar (paling kanan), di PN Balige (bataktoday/ajvg)

Balige, BatakToday

Sidang kasus dugaan penghinaan lambang negara, yang juga dikenal dengan sebutan kasus “Pancagila”, dengan terdakwa Sahat S Gurning, yang digulirkan di Pengadilan Negeri Balige, ditunda karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ‘biasa’nya menangani kasus ini berhalangan hadir, Selasa petang (20/12).

Dalam persidangan ke-17 sejak perkara ini digulirkan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang meringankan terdakwa, kedua pengacara Sahat juga berhalangan. Sahat menyebut kedua pengacaranya tidak datang ke Balige,  karena mengalami keracunan makanan saat dalam perjalanan dari Medan.

Meski kedua pengacaranya berhalangan, Sahat menyampaikan kepada Majelis Hakim bahwa telah berkoordinasi dengan pengacaranya, dan menyatakan siap untuk mengikuti persidangan tanpa didampingi.

Oleh Majelis Hakim akhirnya sidang ditunda, setelah JPU ‘pengganti’ menyebut tidak siap mengikuti persidangan, dengan alasan bukan dirinya yang ‘biasa’ hadir sebagai jaksa dalam sidang untuk perkara ini. Sidang kembali akan digelar Januari tahun 2017 yang akan datang.

Ditemui sesaat setelah meninggalkan ruang sidang PN Balige, Sahat menyebutkan kekecewaannya, terutama karena Shohibul Anshor Siregar, Dosen Sosiologi Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, yang bersedia dengan sukarela menjadi saksi ahli meringankan, telah datang dari kota lain untuk hadir dalam persidangan ini.

“Bapak Siregar sudah datang jauh-jauh dari Medan, rupanya sidangnya ditunda. Apalagi bapak kita ini bukan saksi ahli yang dibiayai keluargaku, beliau telah dengan sukarela menyediakan waktu, tenaga dan hatinya untuk menolong kami. Kecewa lah amangboru, ini kan namanya sudah mangalojai (membuat capek,-red.) orang-orang baik yang peduli nasib kita,” ujar Sahat kepada BatakToday, mengekspresikan perasaannya atas kehadiran Shohibul Anshor untuk persidangan yang dibuka pada petang itu, hanya untuk menyatakan penundaan.

Namun, Shohibul yang kemudian bergabung dengan kedua orangtua Sahat dan simpatisan lain, berupaya membesarkan hati untuk seluruh dari yang hadir untuk memberi dukungan kepada Sahat, dengan menyebut tidak jadi masalah.

“Itu tidak jadi masalah, biasa itu. Saya akan datang lagi untuk persidangan yang akan datang, tak usah sangsi atau kecewa,” ujar Shohibul membesarkan hati Sahat dan pendukungnya.

Kepada BatakToday Shohibul menyebutkan kesediannya menjadi saksi ahli meringankan terdakwa dalam perkara ini, bermula dari berita yang dibacanya tentang kasus yang menimpa Sahat.

“Saya baca berita tentang Sahat dalam kasus ini. Saya tidak mengenal Sahat sebelumnya, tapi saya pikir anak muda ini pantas untuk dibantu menghadapi perkara ini. Saya pastikan untuk datang lagi dalam persidangan berikutnya,” ujar Shohibul sebelum meninggalkan PN Balige.

Tak lama setelah Shohibul meninggalkan tempat itu, Sahat yang dengan setia didampingi kedua orangtua dan keluarganya, beserta pendukung yang juga terlihat hadir dalam persidangan sebelumnya, meninggalkan PN Balige, kembali ke desanya, Tangga Batu I, Kecamatan Parmaksian, Toba Samosir.

Baca juga berita: Kasus Pancagila: Sahat Gurning Didakwa Pasal Daluarsa

Sidang kasus dugaan penghinaan terhadap lambang negara oleh Sahat S Gurning ini digulirkan kembali, setelah JPU dari Kejaksaan Negeri Balige mengajukan kembali dakwaannya, pasca putusan sela Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige yang membebaskan Sahat pada 3 Agustus 2016 lalu. (ajvg)

  • Bagikan