Lima Resolusi 2017 Mahasiswa Indonesia, PANCASILA 100%…!

  • Bagikan
Konferensi pers, untuk Lima Resolusi 2017 Mahasiswa Indonesia (ist)

Jakarta, BatakToday-

Dalam Konferensi Pers oleh Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari Pengurus Besar (PB) PMII, PP GMNI, PP PMKRI, PP GMKI, PP KMHDI, PP HIKMAHBUDHI, hari ini Kamis (19/01/2017), disampaikan 5 resolusi sebagai respon atas adanya upaya oknum atau kelompok yang mereka sebut berupaya memecahbelah keutuhan bangsa dan kedamaian di Indonesia.

Mahasiswa Indonesia yang berkumpul di Rumah Makan Handayani, Matraman, Jakarta, terdiri dari Kelompok Cipayung Plus, minus HMI, IMM, dan KAMMI. Dalam relisnya, Kelompok Cipayung Plus tidak menyebutkan alasan ketiga organisasi mahasiswa yang disebut terakhir, untuk tidak turut ambil bagian dalam resolusi ini.

Latar belakang dari resolusi yang disampaikan hari ini, bahwa Indonesia sedang berada di tengah fase darurat kebangsaan, oleh ‘ulah’ beberapa oknum dan kelompok yang terus berupaya memecah belah keutuhan dan kedamaian Indonesia.

Kondisi ini menjadi keprihatinan nasional bagi seluruh anak bangsa, dan disimpulkan harus disikapi segera, sehingga dapat mencegah terjadinya disintegrasi bangsa dan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Disebutkan lagi, oleh situasi tersebut, Mahasiswa Indonesia yang tergabung di dalam organisasi PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, HIKMAHBUDHI, dan KMHDI menyampaikan LIMA RESOLUSI 2017 MAHASISWA INDONESIA.

Pertama, mendesak kepada pemerintah untuk membubarkan Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) yang bertentangan dengan Pancasila.

Kedua, mendukung pihak Kepolisian untuk menuntaskan proses hukum dugaan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan oleh saudara M. Rizieq Shihab.

Tiga, meminta kepada pemerintah melalui aparat hukum untuk menindak tegas para pelaku tindakan intoleran yang menganggu kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara seperti kasus bom di Samarinda dan pembubaran ibadah di Sabuga, Bandung.

Empat, menyerukan kepada seluruh anak bangsa untuk bersatu menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.

Dan yang kelima, meminta kepada pemerintah untuk menjaga marwah Negara dan mempercepat terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian resolusi ini disampaikan, teriring salam dari masing-masing ketua umum organisasi mahasiswa, yaitu Aminuddin Ma’ruf (Ketum PB PMII), Chrisman Damanik (Ketua PP GMNI), Angelius Wake Kako (Ketua PP PMKRI), Sahat Martin Philip Sinurat (Ketum PP GMKI), Putu Wiratnaya (Ketua PP KMHDI), dan Sugiartana (Ketua PP HIKMAHBUDHI).

Tentang hal ini, Sabar Mangadu, salah satu pendiri dan penggerak dari gerakan relawan Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA JP), menyebutnya sebagai  resolusi yang sangat menggetarkan jiwa sebagai satu bangsa yang satu, ber-Bhinneka Tunggal Ika.

“Bayangkan, adik-adik kita yang muda belia ini, yakni kaum mahasiswa, kembali bergerak dengan elan perjuangannya yang otentik. Maju membela bangsa dan negaranya di saat yang tepat…! Rakyat pasti menyambut dan mendukung mereka dengan penuh sukacita dan semangat militansi Bela Negara. Karena mereka ini bukan pasukan nasi bungkus, atau panas bung…!” sebut Sabar Mangadu yang bersama-sama dengan Salahudin Wahid (Gus Sholah, adik kandung Gus Dur), Buya Syafii Ma’arif, Saifullah Mashum dan Togi Sirait, menginisiasi Gerakan Kebajikan Pancasila.

Ketua Umum Himpunan Masyarakat Simalungun, Rinda Mulia Purba melalui BatakToday menyampaikan harapannya, agar organisasi mahasiswa intra (di dalam) kampus lainnya mengikuti langkah dan sikap Mahasiswa Indonesia dengan resolusinya yang disampaikan hari ini.

Rinda juga menyampaikan ajakan untuk bangkit dan merapatkan barisan kepada suku-suku yang ada di Indonesia.

“Kami sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan, ormas yang berbasis kebudayaan suku Batak, mengajak semua suku-suku yang ada dan hidup di Nusantara, Jawa, Sunda, Bugis, Melayu, Madura, Betawi, Dayak, Tionghoa dan Arab, serta Barat. Juga Bali, Banjar, Papua dan ratusan suku-suku lainnya, untuk bangkit bersama, rapatkan barisan! Dengarlah…, telah lama Ibu Pertiwi merintih, selalu memanggil-manggil kita semua. Selama ini kita bukan takut, hanya bersabar sesabar mungkin kepada mereka-mereka itu…!” harapnya melalui pesan ini.

Apa yang diresolusikan Mahasiswa Indonesia, mendapat dukungan dan penegasan dari Indra Raja, aktivis netizen yang juga seorang pengacara.

“Pokoknya perjuangan kita bahwa negara ini adalah negara hukum, yaitu hukum sebagai panglima, bukan politik! Harus terus diperjuangkan dengan lebih segera, oleh berbagai suku, agama, serta golongan, dari bangsa ini. Resolusi Mahasiswa Indonesia poin 1 sampai poin 4, telah tegas menyatakannya. Jadi, percayalah 100%. Negara, pemerintah dan aparat hukum tak perlu ragu sedikitpun, karena rakyat pasti akan mendukung kalian! 100% Pancasila harga mati…!!!” tegas Indra Raja. (rel/ajvg)

  • Bagikan