“Kasus Pancagila”, Sahat Gurning: Semoga JPU Tidak Sedang Cari Pasal Baru

  • Bagikan
Sahat S Gurning, terdakwa dalam "Kasus Pancagila", saat menikmati secangkir kopi, didampingi sahabatnya dari Ruma Parguruan Borbor, setelah penundaan pembacaan tuntutan, Selasa 24/01/2017 (bataktoday/ajvg)

Balige, BatakToday

Persidangan ke-19, dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Sahat S Gurning dalam kasus dugaan penghinaan lambang Negara, di Pengadilan Negeri Balige, tertunda oleh ketidakhadiran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulhelmi Sinaga, Selasa sore (24/01/2017).

Jaksa dari jajaran Kejaksaan Negeri Balige yang hadir untuk mewakili JPU dalam persidangan yang kemudian ditunda oleh Majelis Hakim ini, Friska Sianipar SH, tidak bersedia memberi keterangan tentang alasan untuk penundaan pembacaan tuntutan ini.

“Saya bukan jaksa yang menangani kasus ini,” ujarnya singkat, menjawab pertanyaan BatakToday saat meninggalkan gedung PN Balige menuju Kantor Kejari Balige yang terletak bersebelahan.

Ruang sidang utama di PN Balige, tempat dilangsungkannya persidangan ‘singkat’ untuk kasus yang dikenal dengan sebutan Kasus Pancagila ini, sebelumnya telah dipenuhi para terdakwa dan para pengunjung yang datang untuk persidangan lainnya.

Sahat Gurning yang dicegat saat akan meninggalkan ruang sidang, menyebut kekecewaannya, karena sebelumnya JPU telah menegaskan kesiapannya untuk pembacaan tuntutan ketika ditanya Ketua Majelis Hakim, dalam persidangan 2 minggu sebelumnya.

Ai disungkun Ketua Majelis i do tingki sidang si dua minggu na salpu. Siap tu pembacaan tuntutan 2 minggu na ro, songoni do molo pandok ni jaksa i. Na hansit do huroha butuha ni pak jaksa i (ditanya Ketua Majelis Hakim nya sewaktu sidang 2 minggu lalu. Siap untuk pembacaan tuntutan 2 minggu ke depan, begitunya dibilang jaksa itu. Yang sakit perutnya mungkin pak jaksa itu),” sebut Sahat berupaya menutupi kekesalannya, diiringi tawa salah seorang anggota kepolisian yang saat itu sedang menjalankan tugas pengamanan di PN Balige.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan intervensi dari pihak lain, sehingga pembacaan tuntutan oleh JPU ditunda sore itu, Sahat justru menjawab lain.

Asal ma unang na lagi cari pasal na baru, pak jaksa i. Ai nantuari sada, adong do pasal na di dakwaanna i, pasal naung kadaluarsa (Asal tidak sedang cari pasal yang baru lagi lah, pak jaksa itu. Karena sebelumnya, ada pasal yang didakwakan itu, pasal yang sudah daluarsa),” sebut Sahat dengan gaya candanya, menyinggung dakwaan kedua dalam kasus ini, yaitu Pasal 154 (a) KUHP, tentang menebar permusuhan dan kebencian kepada Pemerintah, pasal yang sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2007 lalu.

Baca berita: Kasus Pancagila: Sahat Gurning Didakwa Pasal Daluarsa

Ketua Majelis Hakim dalam perkara ini, Cristoffel Harianja SH, menetapkan sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Selasa (31/01/2017).

Setelah penundaan pembacaan tuntutan ini, Sahat akhirnya menghabiskan petang sambil menikmati kopi dan obrolan di kedai kopi yang terletak di seberang PN Balige, bersama beberapa orang sahabatnya yang datang untuk mengikuti persidangan.

Sebelumnya, pada 3 Agustus 2016, Sahat Gurning telah pernah dibebaskan Majelis Hakim PN Balige yang mengadili perkara ini, saat diajukan JPU untuk pertama kalinya.

Namun kemudian kembali didakwa dengan nomor perkara dan pasal-pasal yang sama, setelah JPU memperbaharui tanggal-tanggal dan gambar dalam dakwaannya, dan Sahat dihadapkan kembali ke depan Majelis Hakim PN Balige pada tanggal 24 Agustus 2016. (ajvg)

  • Bagikan