Malam Cap Go Meh, Pesan Keberagaman dari Kota Siantar

  • Bagikan
Barongsai, Pawai Malam Cap Go Meh di Kota Pematangsiantar (doc. bantors sihombing)

Pematangsiantar, BatakToday

Perayaan Cap Go Meh, tanggal 15 bulan pertama tahun Imlek, menjadi akhir dari seluruh perayaan Tahun Baru Imlek.

Pematangsiantar, yang dikenal sebagai kota Paling Toleran di Indonesia, menunjukkan bagaimana keberagaman agama dan budaya seluruh elemen Bangsa dapat hidup di kota ini, sebagaimana kerukunan masyarakatnya. Hal itu tercermin melalui perayaan Cap Go Meh malam ini, Sabtu (11/02/2017).

Warga berbaur di pusat kota, dalam perayaan Malam Cap Go Meh (doc. dwi sri wijaya)
Warga berbaur di pusat kota, dalam perayaan Malam Cap Go Meh (doc. dwi sri wijaya)

Masyarakat Siantar yang terdiri dari berbagai latar belakang suku agama dan ras, turut bergembira dalam Pawai Malam Cap Go Meh, yang diselenggarakan saudara-saudaranya dari komunitas suku Tionghoa.

Pawai Malam Cap Go Meh di pusat kota Siantar (doc. melky robert sirait)
Pawai Malam Cap Go Meh di pusat kota Siantar (doc. melky robert sirait)

Berlangsung meriah, melintasi jalan-jalan utama di pusat kota Siantar. Salah seorang warga yang mengabadikan perayaan ini, Dwi Sri Wijaya, menggambarkan kemeriahan ini melalui akunnya di media sosial.

“Perayaan malam Cap Go Meh, lihat barongsai. Sampai macet, sudah kayak di Jakarta aja,” sebutnya.

Bantors Sihombing, warga kota Medan yang sedang berkunjung ke kota ini, mengapresiasi kemeriahan dan partisipasi masyarakat Siantar dalam perayaan Cap Go Meh di kota ini.

“Malam Cap Go Meh di Siantar, sangat meriah. Lintas agama dan etnis. Walau berbeda, hidup rukun dan damai,” puji Bantors. (ajvg)

  • Bagikan