Sidang Ke-24 Kasus Pancagila: “Menikahlah dengan Gambar”

  • Bagikan
Penasehat Hukum, Boy Raja Pangihutan Marpaung SH, saat membacakan duplik (Foto: Rudi)

Balige, BatakToday

Bertahan bahwa yang ditendangnya dalam gambar yang kemudian diposting di media sosial Facebook, bukan gambar Lambang Negara, Sahat S Gurning terdakwa dalam kasus dugaan penghinaan Lambang Negara atau dikenal dengan Kasus Pancagila, menyebutkan inti dari duplik yang dibacakan Penasehat Hukumnya atas replik Jaksa Penuntut Umum, bahwa makna dari sesuatu tidak dapat disamakan dengan gambaran tentangnya.

“Bila makna ‘nasi’ disamakan dengan ‘gambar nasi’ maka menikahlah dengan ‘gambar pria/wanita’. Begitulah ‘Duplik’ yang dibacakan Kuasa Hukum, Boy Raja Pangihutan Marpaung.SH, di PN Balige tanggal 31 Maret 2017. Semangat Bung. Terimakasih untuk semua dukungan dan kritik,” demikian disebutkannya di dinding akun Facebook salah seorang temannya.

Sahat S Gurning berfoto bersama dengan Penasehat Hukum, keluarga, warga Lumban Gurning dan Lumban Sitorus, serta pendukung lainnya, di depan PN Balige, Jumat 31/03/2017 (Foto: Rudi)
Sahat S Gurning berfoto bersama dengan Penasehat Hukum, keluarga, warga Lumban Gurning dan Lumban Sitorus, serta pendukung lainnya, di depan PN Balige, Jumat 31/03/2017 (Foto: Rudi)

Dalam persidangan sebelumnya, Selasa malam (21/03/2017), dalam repliknya JPU bertahan dengan tuntutannya atas Sahat S Gurning, menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah telah melakukan penghinaan terhadap Lambang Negara, dengan tuntutan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara.

Baca Berita: Sahat Gurning: “Kalau Diputuskan Bersalah, Mohon Lambang Negara Diganti!”

Penyampaian duplik ini dilakukan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Balige dilakukan pada hari Jumat sore (31/03/2017). Sidang selanjutnya, dengan agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim, ditetapkan Selasa pagi (12/04/2017), dijadwalkan akan dimulai pukul 10.00 Wib. (ajvg)

  • Bagikan