oleh

3 Bayi Dibuang dalam 2 Bulan, Polresta Siantar Belum Mampu Ungkap Kasus

Pematang Siantar, BatakToday

Dalam dua bulan terakhir, tiga bayi dibuang diduga hasil hubungan tak resmi, hingga kini belum berhasil diungkap Polresta Pematang Siantar, soal siapa orang tua atau pelaku yang tega membuang bayi tak berdosa itu.

Kasus bayi laki-laki yang dibuang di Jalan Pangab, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari pada 10 September 2015, pembuangan bayi di Rumah Sakit Vita Insani pada 23 Oktober 2015 dan terbaru kasus pembuangan bayi di Simpang Rami, Jalan Medan, Pematang Siantar pada Sabtu, 14 November 2015 lalu.

Kejadian beruntun ini membuat warga Pematang Siantar resah. Dwi Rangkuti , warga Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, berharap kepada pemerintah khususnya Dinas Catatan Sipil benar-benar melakukan pendataan terhadap masyarakat pendatang baru.

“Harus didata pendatang baru. Karena patut dicurigai orang yang nekad melakukan itu orang dari luar daerah Siantar,” harapnya.

Dia pun menyarankan Pemko dan Polresta Pematang Siantar harus  bersama-sama mendata masyarakat yang bermukim di kos-kosan.

“Karena semakin menjamur tempat kos-kosan yang mudah dijangkau, bisa menimbulkan tempat mesum, kumpul kebo dan tempat mengkonsumsi narkoba,” terang pria yang juga Koordinator Forum Membangun Generasi Muda Islam (FMGMI) Kota Pematang Siantar itu, Minggu (15/11).

Sejauh ini, Kapolresta Pematang Siantar AKBP Dodi Darjanto, belum berhasil dimintai keterangan. Saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, tidak aktif. (AB)

Foto : Bayi yang dibuang di bak sampah di Simpang Rami Jalan Medan, Pematang Siantar, Sabtu (15/11). (bataktoday/ab)

News Feed