Abdon Nababan “Terlibat” Pilgubsu 2018, Konsultasikan Arah Dukungan dengan Relawan dan Pendukung

Abdon Nababan “Terlibat” Pilgubsu 2018, Konsultasikan Arah Dukungan dengan Relawan dan Pendukung

1264
Abdon Nababan, dalam salah satu aksi menuntut pengesahan RUU Masyarakat Adat, di Jakarta (Foto: Dokumentasi AMAN)

Jakarta, BatakToday

Abdon Nababan yang pada akhir tahun 2017 lalu berupaya maju melalui jalur Independen dalam Pikada Sumatera Utara atau Pilgubsu 2018, mengajak para relawan dan warga Sumut yang sebelumnya menyerahkan salinan KTP untuk mendukungnya dalam proses pencalonan itu, menyampaikan keinginannya untuk berkonsultasi, sebelum menentukan arah dukungan kepada salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgubsu 2018 ini.

“Kita bersama, yaitu para relawan dan warga Sumut yang memberi dukungan untuk saya maju melalui jalur independen ke Pilgubsu pada akhir tahun yang lalu, punya visi-misi bersama. Namun, seperti diketahui kemudian, kita tidak mendapat cukup dukungan warga, untuk turut berkompetisi langsung di Pilgubsu 2018 ini. Tetapi visi-misi itu adalah gambaran dari keinginan para relawan dan warga yang mendukung, dan tentu harus ditemukan, seperti salurannya, dalam Pilgubsu ini. Saya pikir perlu konsultasi dengan seluruh relawan dan warga yang punya komitmen untuk Sumut maju sesuai visi-misi kita sebelumnya,” sebut Abdon kepada BatakToday, melalui sambungan telepon, Jumat siang (09/01/2018).

Abdon kemudian menyampaikan kembali 8 misi yang akan diperjuangkan, yang disebutnya sebagai misi untuk “SUMUT Bersih, Maju dan Beradat”. Kedelapan misi tersebut adalah: 1. Untuk membersihkan Sumut dari korupsi, mafia, narkoba, polusi dan sampah; 2. Menjaga pergaulan sosial lintas suku/budaya dan agama yang saling menghormati dan saling melindungi; 3. Menjamin kepastian hak dan akses rakyat atas sumber-sumber agraria dan Sumber Daya Alam melalui pengakuan masyarakat adat dan reforma agraria; 4. Untuk menyelenggarakan pembangunan berkelanjutan berbasis kerakyatan; 5. Memulihkan jatidiri, kedaulatan dan kemandirian komunitas adat/lokal (huta/horja/bius/kampong/nagori/dan sejenisnya); 6. Keadilan Infrastruktur (khususnya di pantai Barat); 7. Ekonomi rakyat, dan ke-8. Pelayanan dasar dan administrasi yang prima.

Abdon Nababan saat bersama Presiden Jokowi (Foto: Dokumentasi AMAN)
Abdon Nababan saat bersama Presiden Jokowi (Foto: Dokumentasi AMAN)

Abdon menyebutkan keinginan kuatnya agar Pilgubsu 2018, yang pemungutan suara akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 ini, akan menghasilkan pemimpin yang membawa Sumut yang lebih baik, dan juga sesuai dengan visi-misi yang pernah dibawanya bersama para relawan dan warga pendukungnya.

“Hampir bisa dipastikan bahwa Pilgubsu (2018) akan memilih yang terbaik dari 3 pasangan ini, yaitu Djarot-Sihar, JR Saragih-Ance Selian, dan Jenderal Edy-Ijeck. Akan kita bawa bersama ke pasangan yang mana dukungan kawan-kawan relawan dan warga pendukung ini. Tentu harus dikonsultasikan dengan para relawan, warga dan seluruh simpatisan yang ada. Jaringan relawan kita masih cukup terawat, demi kebaikan Sumut dan demi sebuah kecerahan sebelum menentukan pilihan, saya pikir adalah baik untuk konsultasi dengan kawan-kawan semua, katakanlah dengan ‘stake holder’ yang dulu, hingga sekarang, bersama dengan kita berjuang untuk “SUMUT Bersih, Maju dan Beradat”,” terangnya di ujung telepon.

Baca juga berita: Gagal Daftar Calon Independen, Abdon Nababan Cs Tetap Berjuang untuk Sumut

Abdon Nababan dengan Buya Syafii Maarif (Foto: Dokumentasi Abdon Nababan)
Abdon Nababan dengan Buya Syafii Maarif (Foto: Dokumentasi Abdon Nababan)

Sebelumnya, Abdon Nababan, penerima penghargaan Magsaysay Award 2017 di Manila-Filipina, yang juga pernah menjadi Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) selama 2 periode, 2007-2012 dan 2012-2017, ‘hanya’ berhasil mengumpulkan 500-an ribu dukungan warga untuk maju melalui jalur Independen dalam tahapan Pilgubsu 2018. Dukungan itu tidak mencukupi untuk yang disyaratkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), yaitu 764.578 dukungan berupa salinan e-KTP warga Sumut.

Dia menyebutkan lagi, perlunya konsultasi dengan para relawan dan pendukung, untuk dapat menentukan pasangan calon yang paling sesuai dengan “SUMUT Bersih, Maju dan Beradat”.

“Dari 3 pasangan ini mana di antaranya yang paling dekat visi-misinya, dan paling kuat komitmennya terhadap 8 misi kita ini? Saya akan konsultasikan dengan para relawan dan warga yang pernah memberi dukungan,” ujarnya mengakhiri. (ajvg)