oleh

Akhirnya Negara Benar Hadir di Pilkada Jakarta

Jakarta, BatakToday

Pilkada Jakarta 2017 ini dipenuhi praktek politik uang dan teror dengan berbagai modus, bahkan sampai di tingkat mencekam. Tak hanya bagi warga yang punya pesta demokrasi, yaitu bagi 7,2 juta pemilih ber-KTP Jakarta, namun seluruh warga negara Indonesia.

Ini sebuah kemunduran besar dari mutu demokrasi kita, karena terjadi di ibukota negara Jakarta. Padahal demokrasi yang bermutu dan beradab adalah syarat mutlak untuk mensejahterakan rakyat banyak rakyat semesta. Demikian Eka Anindya, SH dari Gerakan Relawan Mandiri (GERAM) Lawan Politik Uang dan Teror mengawali kepada BatakToday, hari ini Selasa (18/04/2017).

Namun Eka kemudian menyebutkan sekaligus mengapresiasi upaya yang akhirnya ditunjukkan secara nyata oleh Presiden Jokowi, untuk mengatasi adanya praktek politik uang dan teror dalam pelaksanaan Pilkada Jakarta, khususnya putaran kedua ini. Dia menyebut sikap dan upaya Presiden Jokowi sebagai upaya untuk merealisasikan bagian dari program prioritas pemerintahannya, yaitu Nawacita nomor 1 dan 9.

“Untungnya, dalam seminggu terakhir menjelang hari pencoblosan pada hari Rabu tanggal 19 April 2017 besok, jelas sekali kasat mata kita melihat melalui pemerintahan Presiden Jokowi sedang berupaya keras menghadirkan fungsi hakiki negara. Yaitu berfungsi dan bertindak sesuai Konstitusi negara kita, yaitu Pancasila dan UUD’45. Ini merupakan realisasi dari Nawacita nomor 1,” sebutnya tentang ‘perubahan suasana’ Jakarta seminggu terakhir.

“Sikap dan tindakan Presiden Jokowi terakhir ini adalah menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara,” sebut Eka.

Sabar Mangadoe Tambunan, juga dari GERAM, menambahkan Nawacita nomor 9 , yaitu “Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia” juga, akhirnya dapat dilihat dalam Pilkada Jakarta ini.

“Yeahhh…, lebih baik terlambat daripada sama sekali tidak,” ujarnya senang.

Pengerahan kekuatan polisi yang dibantu oleh militer dalam jumlah yang memadai untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi semua para pemilih, melaksanakan tugas sekaligus melindungi hak dasar warga Jakarta sebagai pemilih.

Dengan disertai intruksi tegas Kapolri Tito Karnavian, “jangan ragu” menindak dengan tegas siapapun dan dari pihak manapun yg mengganggu keamanan dan kenyamanan pemilih dan warga ibukota, menurut Sabar Mangadoe adalah cermin dari ketegasan pemerintahan Jokowi..

” Tentu, bagi siapapun kita sebagai warga negara, termasuk yang bukan penduduk Jakarta, tentunya merasa lega dan gembira bila Pilkada Jakarta dapat berlangsung dengan baik. Kita dukung penuh sikap dan tindakan dari aparat penegak hukum yg dipimpin oleh Jendral Tito Karnavian dalam menegakkan hukum dengan dengan tegas, tanpa ragu ini.. moga sukses, Jendral !! Hukum adalah Panglima, bukan Politik,” ujar Sabar Mangadoe.

“Kami juga menghimbau sekaligus mengingatkan dengan keras kepada kalian kedua kubu, baik kubu Basuki maupun Kubu Anies, jadilah kalian MATA AIR KETELADAN di hadapan seluruh rakyat Indonesia dan dunia. Buktikan kepada dunia bahwa kita bangsa Indonesia mampu berdemokrasi dengan beradab dan bermartabat. Kita semua tak ingin demokrasi kita gagal-total, mengerikan seperti yg sedang di alami oleh beberapa bangsa dan negara di Timur Tengah sana,” tambahnya sekaligus menyampaikan pesan kepada kedua Paslon.

Eka mendukung apa yang disebutkan Sabar Mangadoe, dan mengingatkan semua pihak tentang sikap dari para pendiri Negara ini.

“Contohlah para Founding Father kita dahulu, yang mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan nyawa tanpa pamrih terus berjuang membentuk dan mempertahankan negara yang disebut Indonesia ini. Negara Pancasila yang ber-Bhineka Tunggal Ika ini. Kami tak akan pernah rela, hanya karena kelakuan kalian berdua (maksudnya kedua Pasln,-red.), kami jadi terpecah bela di adu-domba okeh kelakuan dan ambisi kalian meraih kekuasaan di pilkada Jakarta ini. Kami tak akan pernah rela,” pungkas Eka.

Akhirnya kedua ‘motor’ dari GERAM ini menyampaikan harapan untuk pelaksanaan Pilkada Jakarta, esok 19 April.

“Besok kita semua sebagai Pemilih, marilah saling ajak tetangga untuk datang berbondong-bonding ke-TPS, penuh semangat persaudaraan dan gembira berpesta demokrasi yg hanya 5 tahun sekali ini. Kita semakin kompak bertetangga. Mari kita ingat selalu pernyataan Capres Jokowi (saat ini Presiden Indonesia,-red.) pada tanggal 24 Mei 2014 saat pilpres lalu, bahwa “Demokrasi Haruslah Gembirakan Rakyat “. Pokoknya, bersama aparat penegak hukum yg sedang bertugas dilapangan dan di TPS, kita bergotong royong siap untuk hadapi semua ganguan keamanan dan kenyamanan dalam modus teror yang mungkin masih mereka lakukan. Ini pesta kita bersama !” demikian keduanya menyampaikan harapan.

Dititipkan juga pesan dari seluruh Relawan GERAM untuk warga Jakarta.

“Selamat Mencoblos sesuai hati nurani masing-masing.. !” ujar keduanya serempak. (ajvg)

#kontraTEROR

News Feed