oleh

AMPA Demo Polres Taput: Usut Kasus Trafficking dan Pelecehan Seksual terhadap Anak Di Bawah Umur

Tarutung, BatakToday-

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anak (AMPA) Kabupaten Tapaunuli Utara mendatangi Markas Kepolisian Resort Tapanuli Utara, Rabu (30/9), dan melakukan aksi demonstrasi menuntut pihak Polres Taput untuk segera menuntaskan sejumlah kasus human trafficking  (perdagangan manusia, red) dan pelecehan seksual terhadap anak yang akhir-akhir ini marak terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara. AMPA menilai Polres Taput lamban dalam melakukan pengusutan kasus-kasus dimaksud.

Ratusan pendemo di terima langsung oleh Wakapolres Taput Kompol B.Turnip didampingi sejumlah perwira dan dikawal oleh ratusan aparat polisi.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan kepada pihak Polres Taput, AMPA menyatakan perang terhadap para pelaku human trafficking apalagi penjualan anak dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang membuat miris hati dan rasa was-was para orangtua di Tapanuli Utara.

Pendemo juga meminta aparat Kepolisian agar memberantas segala jenis praktik human trafficking terutama yang telah dilakukan terhadap anak di Bona Pasogit, segera mengusut tuntas segala kasus pelecehan seksual anak di bawah umur tanpa pandang bulu.

Massa AMPA mendesak Polres Taput dan Pemkab Taput agar lebih proaktif mensosialisasikan peran orangtua dan masyarakat dalam memberikan perlindungan terhadap anak.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya telah terjadi  dugaan kasus human trafficking dan pelecehan seksual terhadap anak dan telah di laporkan ke Polres Taput  yang diduga dilakukan oleh seorang oknum mantan anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Utara berinisial BT. Namun AMPA menilai pihak Polres Taput lamban dalam menangani kasus tersebut.

Menurut koordinator aksi, Tulus Nababan yang didampingi Rico Tobing, pihak Polres Taput seharusnya lebih fokus dalam penangan kasus tersebut. “Jangan karena sesuatu hal atau hal lainnya kasus tersebut berlalu begitu saja. Tarutung ini kan Kota Wisata Rohani. Kita tidak ingin hal-hal seperti human trafficking dan pelecehan seksual terhadap anak terjadi lagi di Kabupaten Tapanuli Utara,” ujar Tulus. (HS/015)

News Feed