oleh

Anta Ginting, “Saksi” 100% TPS 32 Cililitan

Jakarta, BatakToday

Salah satu Relawan Pemburu Politik Uang, Anta Ginting, menjadi ‘saksi’  bagaimana 100 persen suara sah di TPS 32 yang ada di RT04/RW08, Mayasari, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, diberikan kepada Pasangan Basuki-Djarot.

Kepada BatakToday, Anta mengisahkan kembali kegiatan pemantauannya sebagai Relawan Pemburu Politik Uang yang diinisiasi Batak Muda Dunia, di TPS 32 hari ini.

Lewat tengah hari, setelah dipastikan tidak ada lagi warga yang akan datang untuk mencoblos, tepat pukul 14.00 Wib, dengan disaksikan warga yang masih bertahan di TPS setelah mencoblos, saksi dari masing-masing kontestan dan perwakilan Panwaslu, serta para pemantau independen, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di TPS 32 Kelurahan Cililitan membuka kotak suara dan memulai penghitungan suara.

Hasilnya, Paslon Nomor 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memperoleh secara mutlak seluruh suara sah.

“Memang ada dua kertas suara yang tidak sah karena dicoblos di atas kotak gambar Paslon, dan satu kertas suara lainnya yang dicoblos tembus kemana-mana,” sebut Anta.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, hasil perhitungan suara adalah Paslon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat Nol suara, Ahok-Djarot mendapat 449 suara, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat Nol suara, serta suara tidak sah ada 3 suara.

Baca berita: Langka tapi Fakta: TPS 32 Cililitan, 100% untuk Basuki-Djarot

Anta Ginting, yang sejak pagi hari telah memantau di TPS 32 ini, menyebut antusiasme warga untuk datang dan ikut memberi suara di TPS ini.

“Keakraban warga sangat terlihat di TPS ini, sejak pagi warga antusias untuk hadir dan juga ikut dalam proses penghitungan suara. Secara sukarela sebagian warga menyediakan minuman dan snack untuk warga pemilih lainnya,” terangnya.

Hasil akhir di TPS 32 yang menyatakan suara sah 100% untuk Paslon Ahok-Djarot disambut gembira oleh warga yang tidak beranjak hingga perhitungan suara berakhir.

Meski tetap sebagai relawan independen, saat berinteraksi dengan warga, dia menemukan alasan suara mutlak diberikan warga pada Paslon incumbent.

“Mutlaknya suara yang diberikan, menurut warga yang saya ajak berbincang, adalah karena warga Mayasari benar-benar merasakan hasil dari program kerja Paslon incumbent Ahok-Djarot. Dan mereka mengatakan harapan ke depan, suara mutlak yang diberikan adalah demi kelanjutan pembangunan Jakarta yang sesuai dengan program Ahok-Djarot,” sebut Anta menirukan pendapat warga.

Kemudian, Anta menyebut motivasinya sebagai Relawan Pemburu Politik Uang adalah untuk turut mengawasi dan mengawal Pilkada Jakarta Bersih. Menurutnya, hanya suatu Pilkada Bersih tanpa Politik Uang yang akan menghasilkan pemimpin daerah yang dapat membawa rakyat beroleh kesejahteraannya.

“Politik Uang adalah sumber kebobrokan para pemimpin bermental bobrok di Negeri ini. Mereka yang dihasilkan melalui Politik Uang menjadi penyebab kemiskinan dan ketertindasan rakyat. Pemimpin bersih yang membawa rakyatnya mendapatkan kesejahteraan hanya didapat dari proses demokrasi yang bersih, dari Pilkada Bersih. Salah satu faktor utama Pilkada Bersih adalah hilangnya Politik Uang. Untuk itu kita menjadi Relawan Pemburu Politik Uang,” papar Anta tentang pentingnya melawan Politik Uang.

Sesuai ketentuan dalam UU Nomor 10/2016 tentang Pilkada, menyebutkan bahwa pemberi dan penerima dalam praktik Politik Uang akan dipidana penjara minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun, serta denda minimal Rp200 juta, dan maksimal Rp 1 miliar.

Akhirnya, seperti juga menjadi semboyan bagi para Relawan Pemburu Politik Uang, Anta menyampaikan seruan dan ajakan untuk melawan Politik Uang.

“INDONESIA BERSIH butuh pemimpin-pemimpin bersih. Pemimpin bersih hanya bisa dicapai melalui Pilkada Bersih. Ayo, Rakyat Semesta jadi Pemburu Politik Uang..!!” seru Anta Ginting melalui pesannya. (ajvg)

News Feed