oleh

Antisipasi Bahaya Kabut Asap, Sekolah di Medan Diliburkan

Medan, BatakToday-

Untuk mencegah peningkatan korban penderita infeksii saluran pernafasan akut (ISPA) akibat kabut asap yang semakin menjadi-jadi, Pemerintah Kota Medan memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah sejak Sabtu (24/10). Institusi pendidikan yang diperintahkan untuk libur mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dinia (PAUD), Sekolah dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA dan SMK), baik negeri maupun swasta.

Instruksi itu disampaikan Penjabat Wali Kota Medan Randiman Tarigan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Jumat (23/10).

Menurut Randiman, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, telah mengarahkan kepada Dinas Pendidikan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di daerah yang terkena dampak kabut asap yang membahayakan kesehatan para siswa, dan diperkuat lagi dengan Peraturan pemerintah (PP) No.41 Tahun  1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

“Mulai besok (Sabtu, 24/10) seluruh sekolah mulai tingkat PAUD sampai SMA/SMK baik negeri maupun swasta di seluruh Kota Medan kita liburkan. Keputusan ini kita ambil untuk melindungi para siswa dari dampak kabut asap karena kondisinya sudah di atas Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), sehingga membahayakan kesehatan,” kata Randiman ketika menggelar jumpa pers di rumah dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan.

Keputusan ini diambil Randiman setelah menggelar rapat dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Usma Polita, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Hana Lore Simantuntak, dan perwakilan Badan Lingkungan Hidup Kota Medan.

“Kebijakan yang saya ambil ini memang tidak populer.  Saya tahu nantinya pasti ada pro dan kontra. Tapi harus saya ambil demi kesehatan para siswa. Dampak yang ditimbulkan dari kabut atau polusi asap ini sangat membahayakan, selain menyebabkan terjadinya inpeksi saluran pernafasan atas (ISPA), juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh nafas,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Randiman, Konsentrasi Partikulat (PM 10) di Kota Medan pada pukul 16.00 WIB hari ini mencapai angka 542.  Angka ini menunjukkan kondisi polusi udara yang ditimbulkan akibat kabut asap telah memasuki tahap sangat membahayakan.

Zona Merah

Randiman mejelaskan, udara dikatakan sangat baik jika konsentrasi partikel PM 10 berada pada kisaran 50. Selanjutnya kisaran 50-100 kategori sedang, 150-250 kategori tidak sehat, 250-350 sangat tidak sehat, dan lebih dari 350 adalah kategori sangat membahayakan. “Bayangkan saja angka PM 10 di Kota Medan pada pukul 16.00 WIB tadi sudah memasuki 542. Artinya lebih dari 350 dan masuk kategori zona merah yang sangat membahayakan. Inilah salah satu alasan mendasar kita putuskan untuk meliburkan sekolah,” ungkapnya.

Ketika disinggung sampai kapan sekolah diliburkan, Randiman menjawab, sampai kondisi udara di Kota Medan memasuki ambang normal sesuai dengan ISPU. Apalagi menurut pengakuan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan, saat ini seluruh siswa baru selesai ujian dan pihak sekolah tengah melakukan koreksi ujian. Dengan demikian keputusan libur ini tidak terlalu mengganggu pendidikan para siswa. Randiman pun berharap kabut asap ini cepat berlalu.

Randiman langsung meminta Kepala Dinas Pendidikan segera menyurati seluruh sekolah untuk meliburkan siswanya. Selanjutnya Randiman berpesan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika melakukan aktivitas di luar rumah, ia menyarankan untuk menggunakan masker untuk melindungi kesehatan. (AFR)

Keterangan foto:

Penjabat Wali Kota Medan Randiman Tarigan menyampaikan keputusan Pemko Medan meliburkan seluruh sekolah akibat kabut asap yang semakin tebal pada jumpa pers di rumah dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan, Jumat (23/10).

News Feed