oleh

Asmadi Lubis: Stop Fee Proyek dan Dewan Main Proyek

Tobasa, BatakToday

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Asmadi Lubis mendesak, agar budaya setoran komisi atau fee proyek yang harus diberikan rekanan kepada oknum pejabat tertentu di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tobasa, dihentikan.

Asmadi juga meminta agar anggota DPRD Tobasa yang ikut bermain proyek, yang sumbernya dari APBD Pemkab Tobasa agar dibongkar siapa saja orangnya, karena itu sudah menyalahi aturan.

Hal itu disampaikan Asmadi di ruang kerjanya saat menerima sejumlah wartawan dan pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Balige, Rabu (18/11).

Menurut politisi Partai Gerindra itu, sudah saatnya dilakukan perubahan di Kabupaten Tobasa, termasuk di Pemkab maupun di DPRD, diantaranya menyingkirkan pola-pola orde baru.

Asmadi menyatakan, Penjabat (Pj) Bupati Tobasa, Hasiholan Silaen harus merubah sistem yang terjadi selama ini. Fee proyek yang ditagih oleh oknum pejabat SKPD dari rekanan nilainya sangat tidak masuk akal.

“Informasi yang sering saya dengar, fee proyek yang diterima SKPD, mencapai 25- 30 persen,” bebernya.

Dia menyebut, dalam proses pelaksanaan Perubahan APBD TA 2015 yang sedang berjalan saat ini, fee proyek harus ditiadakan.

“Ini momen yang sangat tepat bagi Pj Bupati Tobasa untuk memberikan contoh kepada calon bupati yang terpilih pada 9 Desember 2015 nanti. Agar pihak rekanan bisa memaksimalkan kualitas bangunan di Tobasa,” tandasnya.

Asmadi juga sangat menyayangkan, ketika mendengar banyak anggota DPRD Tobasa ikut bermain proyek. Dia meminta insan pers dan LSM, agar mencari kebenaran informasi keterlibatan anggota DPRD yang bermain proyek tersebut.

“Dengan tegas saya nyatakan, bahwa saya tidak setuju ada anggota DPRD bermain proyek. Saya tidak setuju ada fee proyek di P-APBD saat ini. Jika fee proyek itu masih diterima SKPD, lalu kepada siapa uang itu disetorkan dan berapa persen fee tersebut dibebankan terhadap rekanan? Saya akan ikut mencari kebenaran informasi ini, dan saya berharap teman-teman pers dan LSM bersedia bekerja sama dengan saya untuk menguak semua kegiatan ini,” tegasnya.

Pria yang juga sempat berniat maju jadi calon Bupati Tobasa ini mengaku, sejauh ini dia tidak pernah bermain proyek, dan mempersilahkan pers dan LSM melakukan konfirmasi kebenarannya kepada setiap SKPD. Asmadi juga mengklaim tak pernah menerima apapun dari mitra kerjanya selama menjadi anggota dewan.

“Kepada teman-teman saya, apakah pernah mereka berikan sama saya segelas kopi. Saya garansi hal itu tidak pernah saya terima. Tapi saya selalu mengusulkan setiap usulan yang dimasukkan warga ke ruangan saya, bahkan tidak jarang saya distop warga di tengah jalan hanya untuk memberikan proposal usulan keperluan pembangunan di desa mereka, dan itu selalu saya prioritaskan,” tandasnya.

Ketua Aliansi Melawan, Fritz Simanjuntak, menyatakan dukungannya terhadap ide dan pemikiran Asmadi Lubis.

Fritz juga membenarkan informasi yang didengar Asmadi, tentang adanya oknum anggota DPRD Tobasa yang ikut bermain proyek.

“Sosok seperti Anda yang tepat duduk di DPRD ini, dan Anda tidak perlu menjadi bupati. Saudara lebih tepat di jabatan sekarang ini,” tegas Fritz memberikan dukungan. (JS)

Foto: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Toba Samosir dari Partai Gerindra, Asmadi Lubis. (bataktoday/js) 

News Feed