oleh

Badan POM Musnahkan 60 Truk Obat Ilegal Senilai 30 Miliar Rupiah

Tangerang, BatakToday –

Menindaklanjuti terungkapnya kasus produksi dan penyimpanan produk ilegal di Komplek Pergudangan Surya Balaraja Tangerang Banten pada 2 September 2016 lalu, Badan POM memusnahkan barang bukti sebanyak 60 truk senilai Rp 30 miliar, Kamis (6/10/16). Barang bukti yang dimusnahkan diantarnya 42 juta tablet produk jadi obat, obat tradisional dan produk ruah obat, 76 tong bahan baku obat, serta bahan kemas obat.

Dalam siaran pers yang diterima BatakToday, Kamis (6/10/16), Badan POM mengungkapkan bahwa obat ilegal yang dimusnahkan didominasi golongan Obat-Obat Tertentu (OOT) antara lain Trihexyphenydyl, Tramadol, Karisoprodol, dan Dekstrometorfan yang seringkali disalahgunakan karena dapat menimbulkan efek halusinasi. Selain itu, petugas juga menemukan obat tradisional tanpa izin edar serta mencantumkan nomor izin edar fiktif, dan telah masuk dalam daftar public warning Badan POM karena mengandung bahan kimia obat Sildenafil Sitrat yang disalahgunakan sebagai penambah stamina pria (obat kuat). Peredaran produk ilegal ini sangat membahayakan kesehatan masyarakat dan merupakan kejahatan kemanusiaan yang dapat meracuni generasi muda bangsa Indonesia.

Status hukum barang bukti yang dimusnahkan telah mendapatkan persetujuan dari Pengadilan Negeri Tangerang berdasarkan Surat Penetapan Nomor 1805/Pen.Pers.Sita/2016/PN.Tng tanggal 9 September 2016 tentang Persetujuan Penyitaan, dan Surat Penetapan Nomor 07/Pen.Ijin.Pemusnahan/2016/PN.Tng tanggal 27 September 2016 tentang Izin  Pemusnahan Terhadap Barang Bukti.

Pemusnahan barang bukti dilakukan secara simbolis oleh Kepala Badan POM Penny K Lukito, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf, dan undangan lainnya di Komplek Pergudangan Surya Balaraja. Selanjutnya, keseluruhan barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan insinerator oleh PT Tenang Jaya Sejahtera di Karawang. Sementara barang bukti berupa mesin produksi obat ilegal dibawa dan disimpan di Kantor Badan POM, Jl Percetakan Negara Nomor 23, Jakarta Pusat.

Untuk dikatahui, kasus temuan produk ilegal di Balaraja saat ini sudah  memasuki proses pemanggilan saksi serta pengumpulan bukti oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan POM bekerja sama dengan Kepolisian RI. Dari hasil pemeriksaan telah ditetapkan 1 (satu) orang tersangka dengan inisial IW alias K. Petugas PPNS Badan POM akan terus melakukan pengembangan guna menemukan pihak lain yang diduga terlibat dalam kejahatan ini. (Phil/rel)

News Feed