oleh

BADANIA: “Pemberi dan Penerima Politik Uang, itu Penjahat!”

Pematangsiantar, BatakToday

Acara Penandatanganan Pakta Integritas dan Bimbingan Teknis Terpadu diselenggarakan Panwaslih Kota Pematangsiantar dalam rangka Pilkada Siantar, di Auditorium Universitas Simalungun, Pematangsiantar, Senin (14/11/2016).

Pakta Integritas yang ditandatangani paslon yang hadir, berisi pernyataan untuk tidak melakukan politik uang, tidak menghalangi tugas anggota Panwaslih di lapangan.Di dalamnya juga dinyatakan untuk turut serta, secara sadar, meminta dan mengimbau masyarakat   agar tidak berbuat curang, serta turut berperan membangun demokrasi yang baik.

Gerakan Batak Muda Dunia (BADANIA), yang sedang mengampanyekan “SIANTAR BERSIH, Lawan Politik Uang” turut hadir dalam acara ini. BADANIA menilai momentum ini sangat tepat untuk memulai sebuah gerakan peradaban, sekaligus mempertegas bahwa rakyat Pematangsiantar berkepentingan untuk mengawal proses pemilihan walikota Pematangsiantar ini, agar bisa berlangsung demokratis dan bermartabat.

Dari perspektif BADANI, kepemimpinan di daerah terkait langsung dengan spirit perubahan menuju Kota Pematangsiantar sebagai Pusat Kemajuan Peradaban Bangsa Batak.

Hal ini menjadi alasan mengapa BADANIA mengharapkan lahirnya pemimpin bersih dan visioner dalam rangka mewujudkan “Siantar Bersih dan Memiliki Spirit Berkemajuan”.

Secara tegas BADANIA menyerukan kepada seluruh stakeholder dan rakyat Pematangsiantar untuk menolak politik uang.

“Lawan Politik Uang”, demikian salah satu isi baliho yang dipampangkan di bagian depan ruangan auditorium tempat berlangsungnya acara ini.

Dalam rilis yang diterima disebutkan, bagi BADANIA praktek politik uang dikategorikan sebagai sebuah kejahatan. Sehingga pelakunya, baik pemberi maupun penerima adalah sama dengan penjahat. Melakukan praktek politik uang merupakan sikap dan tindakan yang sangat bertolak belakang dengan spirit mencari pemimpin yang bersih.

Dengan ungkapan lain, adalah mustahil seorang pemimpin kotor peduli dan mampu mewujudkan Pematangsiantar sebagai Kota Pusat Kemajuan Peradaban (The Center of Excellent City).

Sabar Mangadu Tambunan, salah satu inisiator Gerakan Batak Muda Dunia (bataktoday/ajvg)
Sabar Mangadu Tambunan, salah satu inisiator Gerakan Batak Muda Dunia (bataktoday/ajvg)

Menjadi tantangan besar, melihat hasil penelitian ilmiah yang diungkapkan dalam acara ini, bahwa dari survey yang dilakukan di kota Siantar menunjukkan betapa gejala ‘langgeng’nya paraktek politik uang di tengah masyarakat telah demikian masif.

Dari survey tersebut, untuk pertanyaan apakah dibenarkan atau tidak, politik uang dilakukan calon walikota atau tim suksesnya, 64,85% menjawab dibenarkan, hanya 13,96% menjawab tidak, dan selebihnya 21,19% tidak tahu atau tidak menjawab.

Namun, sebuah gerakan tidak semata mengharapkan hasil pada saat gerakan itu dilakukan, demikian disebutkan Sabar Mangadu Tambunan, salah seorang inisiator Batak Muda Dunia.

Sabar mengibaratkan Gerakan Batak Muda Dunia seperti bola salju yang bergulir di bidang miring.

“Musim dingin ternyata sudah tiba, maka anak-anak bangsa akan bersukacita bermain di lapangan hamparan salju, sebuah permainan membuat bola-bola salju. Bola salju pergerakan akan siap-siap. Bergulirlah, bergulirlah terus bak efek bola salju. Bergulir, makin lama semakin besar dan semakin cepat. Maka bergembiralah kita semuanya, saatnya Kawan…,” demikian dia menggambarkannya.

“Jangan sekedar TOLAK Politik Uang, LAWAN…!!!” sebut Sabar, mengekspresikan ketidaksabarannya melihat gejala maraknya politik uang dalam proses Pilkada Siantar. (rel/ajvg)

News Feed