oleh

Bah! Masyarakat yang Terganggu Kafe Tanjung Pinggir, Diminta Mengadu ke Pemko!

Pematangsiantar, BatakToday

Camat Siantar Martoba, Rapidin Saragih mengakui kafe remang-remang di sepanjang jalan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, beroperasi tanpa izin. Dia juga mengungkapkan bahwa para pengusaha kafe mendirikan usahanya dengan menggarap lahan negara.

“Data pihak kecamatan, ada sekitar 14 kafe remang-remang di kelurahan Tanjung Pinggir yang beroperasi tanpa izin selama bertahun-tahun,” kata Rapidin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/10).

Rapidin mengutarakan, para pengusaha kafe tidak memenuhi syarat untuk memeperoleh izin dari pemerintah kota. Sebab, kata Rapidin, bangunan kafe berdiri di lahan yang bukan milik pengusaha atau mendapatkan persetujuan dari pihak yang menguasai lahan, yaitu negara melalui pemerintah pusat.

“Pada prinsipnya pengusaha berniat mengurus izin. Tetapi tidak memenuhi syarat, sesuai regulasi yang berlaku,” ungkapnya.

Dampak dari berdirinya kafe remang-remang Tanjung Pinggir ini diakui Rapidin kerap menggangu kenyamanan masyarakat sekitar. Sehingga bila sudah sangat resah dengan aktivitas kafe remang-remang, warga sekitar diminta untuk mengadu kepada pihak kecamatan.

“Dentuman musik kafe termasuk membuat warga resah. Jika warga datang mengadu, pihak kecamatan langsung berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menindak,” ungkap Rapidin.

Disinggung upaya pihak kecamatan mengatasi keberadaan kafe remang-remang ini, Rapidin menyebut bahwa pihak kecamatan aktif menyurati para pengusaha kafe agar menutup usahanya. Namun sampai saat ini pengusaha kafe tidak mengindahkan surat teguran dari pihak kecamatan.

News Feed