Bakumsu Apresiasi PN Balige Bebaskan Sammas Sitorus

Bakumsu Apresiasi PN Balige Bebaskan Sammas Sitorus

762

Medan, BatakToday –

Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu) mengapresiasi putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Balige yang diketuai Derman P Nababan, dan Ribka Novita Bontong serta Azhary Prianda Ginting masing-masing selaku hakim anggota, yang membebaskan Sammas Sitorus, Ketua Persatuan Masyarakat Adat Lumban Sitorus (PERMADES) dari dakwaan penganiayaan karyawan PT Toba Pulp Lestari Tbk (PT TPL),.pada sidang pembacaan putusan, Senin (25/1/2016) lalu.

Sammas Sitorus merupakan terdakwa tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP terhadap Mangoloi Pardede, manajer penyedia bahan baku PT TPL. Sammas Sitorus didakwa melakukan penganiayaan ketika masyarakat melakukan aksi tanggal 14 Juli 2015 menuntut pengembalian tanah adat marga Sitorus yang yang dikuasai PT.TPL ± 30 tahun lamanya.

Nurleli Sihotang, staf Bidang Hukum Bakumsu dalam siaran pers nya, Selasa (26/1/2016) menyampaikan apresiasi atas putusan tersebut. Dikatakannya, sejak proses persidangan, Sammas Sitorus didampingi oleh Tim Penasihat Hukum Bakumsu yang terdiri atas Manambus Pasaribu, Sahat M Hutagalung, Nurleli Sihotang, Mazmur Septian Rumapea, Michael Situmorang, dan Kreisen Sinaga.

“Bakumsu memandang bahwa dengan putusan ini, semakin menegaskan fakta yang sebenarnya, bahwa kasus Sammas Sitorus merupakan korban dari upaya kriminalisasi oleh pihak PT TPL melalui Mangoloi Pardede sebagai pelapor, dan upaya pelemahan aktivitas masyarakat adat Lumban Sitorus yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Adat Lumban Sitorus (PERMADES) dalam tuntutan pengembalian tanah adat mereka yang telah dirampas oleh PT TPL,” ujar Nurleli.

Ditegaskannya, Bakumsu sangat mengapresiasi putusan ini sebagai sebuah langkah maju di tubuh penegak hukum terutama institusi pengadilan. Putusan ini juga sekaligus sebagai sebuah harapan dan spirit baru bagi perjuangan masyarakat adat/lokal yang kerap mengalami kriminalisasi dan mendapat putusan yang tidak adil dari pengadilan.

“Kita juga mendesak supaya negara segera melaksanakan amar putusan pengadilan Negeri Balige, terutama pemulihan hak dan martabat terdakwa, dan memberikan jaminan perlindungan keamanan bagi masyarakat adat Lumban Sitorus dalam memperjuangkan  haknya atas tanah adat yang dirampas dan dikuasi oleh PT TPl secara khusus dan masyarakat adat/lokal lainnya yang megalami kasus yang sama di Sumatera Utara,” katanya. (AFR)

Foto: Pabrik PT Toba Pulp Lestari Tbk di Desa Sosor Ladang Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Samosir.