oleh

Balige By Pass Dibangun 2017

Medan, BatakToday –

Dengan syarat Pemerintah Kabupaten Samosir dapat menuntaskan pembebasan lahan sesuai jadwal, maka pembangunan Jalan Balige By Pass dengan panjang lintasan 10,1 Km direncanakan akan dimulai pada tahun 2017. Akses jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurai kemacetan di inti kota Balige saat puncak arus lalu lintas terjadi di jalan lintas Sumatera tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional II (BBPJN II), Paul Siahaan, di hadapan sejumlah wartawan saat menggelar konferensi pers di kantornya Jl Sakti Lubis Medan, Rabu (26/10/2016).

“Kita harapkan dalam waktu dekat pembebasan lahan sudah selesai, maka di 2017 sudah bisa dimulai,” katanya didampingi seluruh jajarannya.

Paul mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk pembangunan Balige By Pass tersebut.

Pembangunan Jalan Balige By Pass itu sendiri melintasi 12 desa dan 1 kelurahan, mulai dari Desa Lumban Gaol, Desa Tambunan Sunge, Desa Tambunan Baruara, Desa Lumbanpea Hutabulu, Desa Parsuratan, Desa Hutagaol Peatalun, Desa Parsuratan, Desa Paindoan, Desa Lumban Gorat, Desa Sianipar Sihailhail, Kelurahan Sangkarnihuta, Desa Hinalang Bagasan, dan berakhir di Desa Silalahi Pagar Batu.

Selanjutnya dijelaskan, jalan nasional di Sumut saat ini sepanjang 2.632 Km, dan  tidak akan mengalami pertambahan hingga 2019 mendatang.

“Ketentuannya memang demikian, perobahan status jalan hanya bisa dilakukan sekali lima tahun. Dan perobahan telah dilakukan pada tahun 2015 yang lalu,” katanya.

Namun demikian, imbuh Paul, bukan berarti BBPJN II tidak bisa melakukan pembukaan jalan baru.

Kondisi Jalan

Dijelaskan, kondisi jalan mantab di Sumut mencapai 82,46% yaitu kondisi baik dan sedang. Sementara di Riau, kondisi mantab mencapai 86% dari panjang jalan 1.336 Km.

Paul memastikan, pihaknya terus berupaya untuk tetap menjaga dan meningkatkan kualitas jalan dengan pelaksanaan paket-paket pekerjaan yang sesuai target. (AFR)

News Feed