oleh

Bandara Sibisa Terlantar

Tobasa,BatakToday-

Bandar Udara Sibisa di Desa Pardamean Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir yang telah berdiri sejak tahun 1977 namun hingga saat ini tidak beroperasi secara regular. Pada tanggal 15 November 2006 bandara secara resmi dioperasikan dan ditandai dengan penerbangan perdana Susi Air rute Medan-Sibisa. Namun aktivitas penerbangan tersebut tidak berlangsung lama, dan pengoperasian Bandara Sibisa kembali terhenti hingga sekarang.

Masyarakat di sekitar kawasan Bandara Sibisa sangat menyesalkan ketidakseriusan pemerintah dalam pengelolaan bandara tersebut. “Lahan bandara diserahkan oleh marga Manurung dan Marga Sirait pada tahun 1975 dan Bandara Sibisa resmi berdiri sejak tahun 1977 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto,” demikian dituturkan M Sirait, mantan Kepala Desa Pardamean kepada wartawan BatakToday ( Sabtu,11/10).

Sirait menambahkan, penyerahan lahan bandara seluas 40 hektar kepada pemerintah dilakukan agar masyarakat Desa Pardamean dan Kabupaten Tobasa (pada saat itu masih bagian dari Kabupaten Tapanuli Utara, red) semakin maju dan penghasilan warga di sekitar bandarameningkat. “Namun kami sangat menyesal telah memberikan tanah itu kepada pemerintah karena sampai sekarang Bandara Sibisa ini tidak berfungsi,” ujar Sirait dengan nada kesal.

Warga lainnya, Mega Situmeang, membenarkan   penuturan Sirait, dan berharap agar Bandara Sibisa segera di fungsikan sertameminta agar dilakukan perbaikan jalan menuju bandara yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Di tempat yang sama petugas bandara R Sirait menjelaskan, Bandara Sibisa sampai sekarang masih menerima biaya perawatan namun realisasinya tidak menentu. Anggaran pemeliharaan diajukan melalui pihak pengelola Bandara Pinangsori Tapanuli Tengah. R Sirait juga menjelaskan bahwa inventaris Bandara Sibisa berupa satu unit mobil ambulans dan dua unit sepeda motor telah ditarik oleh pengelola Bandara Pinangsori.

Sebagaimana diberitakan beberapa waktu yang lalu (Deputi Kemenko Kemaritiman: Danau Toba Prioritas Tujuan Wisata Nasional), Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Ridwan Djamaluddin, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau bandar udara Sibisa (Kabupaten Toba Samosir) dan Silangit (Kabupaten Tapanuli Utara), Kamis (17/9). Menurut Ridwan Djamaluddin, peninjauan dilakukan untuk menilai kelayakan kedua bandara dalam mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba yang telah menjadi program prioritas Kemenko Kemaritiman dan Sumber Daya sebagaimana diungkapkan oleh Menko Rizal Ramli beberapa waktu yang lalu. (JS)

Keterangan Gambar :

Bandara Sibisa, Kecamatan Ajibata Kabupaten Tobasa. (JS)

Berita terkait:

Deputi Kemenko Kemaritiman: Danau Toba Prioritas Tujuan Wisata Nasional

News Feed