Bangso Batak Melawan Lupa, Percaya “Paradigma Baru” PT. Toba Pulp Lestari?

Bangso Batak Melawan Lupa, Percaya “Paradigma Baru” PT. Toba Pulp Lestari?

920
Tumpukan kayu eucalyptus yang menutupi sungai Siunong-unong di Desa Ranggitgit (Foto- Edward Siregar)

Bergerak dari referensi terakhir, Akta Nomor 54, Pernyataan Pelaksanaan Komitmen Paradigma PT. Toba Pulp Lestari, Tbk, tertanggal 29 Januari 2003, yang dibuat di Medan, di depan Notaris Nurdelia Tutupoly, setahun terakhir ini BatakToday melakukan pengumpulan informasi dan data, wawancara, serta observasi lapangan, atas operasional PT. Toba Pulp Lestari Tbk, yang beroperasi di Kawasan Tanah Batak.

Dalam Akte tersebut di atas, secara luas PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (PT. TPL) menyatakan visinya, bahwa akan menjadi produsen pulp terbaik di Asia melalui pengelolaan Sumber Daya Alam Hutan dengan teknologi ramah lingkungan dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. Dan dengan misi, menciptakan laba yang dapat memberikan kesejahteraan/manfaat bagi stake holdernya.

Beberapa catatan dari isi “Akta 54”, bahwa TPL mengelola Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) perusahaan dengan menjaga kelestarian lingkungan, menggunakan sistem penebangan yang sesuai dengan ketetapan Pemerintah dalam pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan memelihara jalur-jalur hijau (green belt) sebagai areal perlindungan (konservasi).

Juga disebutkan bahwa TPL akan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip pengelolaan hutan dengan aspek kelestarian lingkungan hidup, kesinambungan hutan produksi dan memperhatikan aspek sosial budaya dan masyarakat.

Bandingkan dengan sedikit, belum banyak, catatan dari redaksi, ketika TPL di masa belum lama, namun dalam kurun waktu pasca “Paradigma Baru”, ketika TPL membabat ‘Tombak Haminjon’ di Pandumaan-Sipituhuta, kemudian juga patut diduga sebagai kriminalisasi Masyarakat Adat di Tanah Batak (Referensi: Inkuiri Nasional Komnas HAM: Konflik Agraria Masyarakat Hukum Adat Atas Wilayahnya di Kawasan Hutan, Halaman 3-52).

Belum lagi kasus-kasus lingkungan di beberapa tempat, yang pantas dipertanyakan sehubungan komitmen TPL dalam melestarikan lingkungan. Tercatat belum lama ini, di kawasan operasi TPL Sektor Aekraja, kurang lebih 6 bulan tumpukan kayu eucalyptus yang menutupi sungai Siunong-unong di Desa Ranggitgit sampai sekarang tidak dibenahi. Sungai tersebut sumber mata air masyarakat yang akhirnya tercemar.

Sejumlah kasus yang sedang dalam proses hukum, tercatat pengaduan TPL atas warga Masyarakat Adat Oppu Bolus, Desa Sabungan Huta V, Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara.

Kemudian yang sedang berlangsung saat ini, akibat pengaduan TPL, patut diduga sebagai korban kriminalisasi Masyarakat Adat, Dirman Rajagukguk yaitu Raja ni Huta Tungko ni Solu yang selama ini mengkoordinir warga komunitasnya menuntut hak atas pengembalian Tanah Adat seluas 700 Ha yang saat ini dikuasai oleh PT. Toba Pulp Lestari Tbk (TPL), sekarang disidangkan di Pengadilan Negeri Balige.

Sebelumnya, Sammas Sitorus dari Masyarakat Adat Lumban Sitorus, pernah diseret dari sepeda motornya oleh polisi tanpa ada surat penangkapan. Belakangan diketahui penangkapan tersebut dilakukan atas pengaduan Humas PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Sammas Sitorus dituduh melakukan penganiayaan terhadap karyawan PT TPL Mangoloi Pardede, ketika Persatuan Masyarakat Adat Lumban Sitorus (Permades) melakukan aksi massa menuntut pengembalian tanah adat mereka dari PT TPL di Jior Sisada-sada dan Silosung.

Menjadi pertanyaan, “Paradigma Baru” seperti apa yang dilakoni PT. Toba Pulp Lestari Tbk di Tanah Batak saat  ini? Beginikah yang disebut komitmen PT TPL untuk kelestarian lingkungan dan perhatian terhadap aspek sosial budaya dan masyarakat? Tak pandaikah TPL untuk menjaga, membangun, dan menghargai nilai sosial budaya Masyarakat Adat di Tanah Batak, sehingga harus selalu berujung di pengadilan?

Sekali lagi, ini masih sedikit, belum banyak, catatan dari redaksi. Namun, jika “Paradigma Baru” yang akhirnya tersaji adalah seperti ini, saatnya Bangso Batak Melawan Lupa”, untuk kembali meninjau keberadaan PT. Toba Pulp Lestari Tbk di Tanah Batak…!!! (***)