oleh

Banjir Melanda Kota Medan, Ribuan Warga Mengungsi

Medan, BatakToday-

Sungai Babura yang membelah Kota Medan meluap setelah hujan lebat melanda ibu kota Provinsi Sumut itu sejak Minggu (18/10) malam hingga Senin (19/10). Akibatnya, ratusan rumah warga terendam bahkan kawasan kampus Universitas Sumatera Utara (USU) pun turut tergenang. Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, dan Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Medan  Randiman Tarigan meninjau lokasi banjir di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Senin (19/10).
Penjabat (Pj) Wali Kota Medan Randiman Tarigan meninjau lokasi banjir di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Senin (19/10).

Selain itu, banjir juga merendam lima kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Polonia, Medan Selayang, Medan Baru dan Medan Petisah. Selain melumpuhkan aktivitas warga, banjir juga menyebabkan lebih kurang 5.000 jiwa harus merelakan rumahnya digenangi air.

Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, banjir terparah terjadi di Kecamatan Medan Johor, Medan Baru dan Medan Marelan. Di ketiga kecamatan itu, warga terpaksa mengungsi karena ketinggian air mencapai 3 meter, terutama di kawasan permukiman yang berdekatan dengan sungai.

Proses evakuasi di Kelurahan Kwala Bekala berlangsung mulai Minggu (18/10) tengah malam sampai Senin (19/10) menjelang tengah hari. Petugas BPBD Kota Medan dibantu masyarakat bahu-membahu mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir di dalam rumah. Namun demikian sejauh ini belum ada laporan jatuhnya korban jiwa.

Lurah Kwala Bekala, Ali Sitepu menjelaskan, banjir mulai terjadi Minggu (18/10) malam, sekitar pukul 22.00 wib. Ketinggian air terus bertambah hingga warga terpaksa mengungsi. Banjir terparah terjadi di Lingkungan I, II dan III sehingga 515 KK atau sekitar 2.000 jiwa harus meninggalkan rumah.

Situasi banjir di salah satu ruas jalan di Kota Medan, Senin (19/10).
Situasi banjir di salah satu ruas jalan di Kota Medan, Senin (19/10).

Menurut Ali, warga yang mengungsi itu ditampung di empat lokasi, yakni Masjid Muttaqin, Gang Permai, Gang Damai dan Gang Persatuan. Masing-masing tempat penampungan telah dilengkapi dengan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang mengungsi. “Di samping itu kita juga mendirikan posko kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang membutuhkannya,” jelas Ali.

Pj Wali Kota Medan tinjau langsung lokasi banjir

Pj Wali Kota Randiman Tarigan pada peninjauan langsung ke beberapa lokasi banjir, menyatakan keprihatinannya atas musibah banjir yang melanda beberapa kawasan di Kota Medan itu. Randiman berjanji akan melakukan upaya maksimal untuk mengurangi penderitaan warga. Ia juga berjanji untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan akar masalah terjadinya banjir.

Pada peninjauan langsung atas banjir yang menggenangi rumah warga di Gg Bersama, Senin (19/10), Randiman langsung memerintahkan Kepala BPBD Kota Medan Hana Lore Simanjuntak dan Camat Medan Johor Khoiruddin untuk segera mendirikan dapur umum dan posko kesehatan. Dia meminta agar seluruh warga yang menjadi korban banjir dilayani dengan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai ada warga yang tidak mendapat pelayanan dengan baik. Ingat, mereka sudah menjadi korban banjir. Jadi saya tidak mau ada warga yang sampai tercederai lagi. Selain itu kita juga akan memberikan makanan tambahan, termasuk vitamin maupun susu bagi anak-anak dan ibu hamil,” kata Randiman.

Penjabat (Pj) Wali Kota Medan Randiman Tarigan berinteraksi dengan warga yang mengungsi pada salah satu dapur umum, Senin (19/10).
Penjabat (Pj) Wali Kota Medan Randiman Tarigan berinteraksi dengan warga yang mengungsi pada salah satu dapur umum, Senin (19/10).

Didampingi Asisten Kesejahteraan Masyarakat Erwin Lubis, Randiman menemui sejumlah warga, terutama kaum ibu yang rumahnya masih digenangi air. Pria yang masih menjabat sebagai Sekretaris DPRD Sumut itu meminta warga untuk sabar dan tabah menghadapi musibah banjir ini. Randiman berjanji, Pemko Medan akan berupaya untuk membantu warga yang terkena musibah banjir tersebut.

Untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Kota Medan, Randiman menginstruksikan Kepala Dinas Bina Marga Khairul Syahnan segera berkoordinasi dengan Balai Sungai agar segera dilakukan pengerukan dan penanganan penyempitan Sungai Babura.

Pada peninjauan lokasi banjir di Kecamatan Marelan, Camat Medan Marelan Parlindungan mengatakan banjir di kawasan Jalan Marelan terjadi karena tidak ada parit di kiri-kanan jalan. Selanjutnya banjir di kawasan Jalan Marelan VII Kelurahan Tanah Enam Ratus terjadi karena parit parit besar AMD tidak mampu menampung luapan air Sungai Berderah akibat hujan deras turun sepanjang malam.

Dari hasil peninjauan di Kecamatan Medan Marelan, Pj Wali Kota Randiman Tarigan menyimpulkan banjir bisa diatasi jika parit besar AMD ini dibuat saluran-saluran pembuangan baru berupa parit-parit kecil. Selain itu ia juga meminta seluruh parit-parit yang ada dikorek sehingga tidak ada yang tersumbat.

Randiman memerintahkan Asisten Kesejahteraan Masyarakat Erwin Lubis untuk segera menggelar rapat dengan Dinas Bina Marga. “Saya minta rapat dilaksanakan secepatnya dengan Dinas Bina Marga. Hadirkan Camat Medan Marelan beserta seluruh lurahnya. Biar mereka memberikan pemaparan kepada Kadis Bina Marga untuk mengatasi banjir ini!” tegas Randiman. (AFR)

News Feed