oleh

BATAKTODAY.COM: Sebuah Komitmen Tentang Jurnalisme Yang Mencerahkan

Sebagaimana lazimnya di negara demokrasi, pers di Indonesia telah menjadi pilar keempat demokrasi setelah trias politika (eksekutif, legislatif, dan yudikatif). Peran strategis tersebut dapat menemukan eksistensinya jika pers dikelola dan dikembangkan secara bertanggung jawab. Agar dapat menjalankan fungsi kontrol sosial (watch-dog) dengan baik, pers Indonesia harus nonpartisan, tidak menjadi alat kepentingan tertentu, baik kepentingan politik, kepentingan bisnis maupun kepentingan partisan lainnya.

Pasca reformasi tahun 1998, dunia jurnalisme kita sempat mengalami era kelam jurnalisme negatif, dimana jargon bad news is good news merasuki berbagai media, mulai dari media nasional hingga media regional dan lokal. Imbasnya, masyarakat mulai jengah dengan pemberitaan bombastis yang cenderung menghasut bahkan memfitnah. Namun seiring dengan waktu, arus balik minat masyarakat akan berita yang menyajikan fakta secara objektif, lugas, santun dan mendidik semakin deras dan mulai meninggalkan media yang masih larut dengan jurnalisme negatif.

Pada hakikatnya, fungsi utama media massa adalah menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, dan memberikan pengaruh kepada publik (to inform, to educate, to entertain, and to influence). Meskipun dalam menjalankan fungsinya, pers Indonesia memiliki kebebasan yang dijamin oleh konstitusi, namun pada saat yang sama, pers yang bebas juga memiliki tanggung jawab. Kebebasan dan tanggung jawab ibarat dua sisi dari satu mata uang yang sama yang tatakelolanya telah diatur dengan baik dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Dalam tegangan-tegangan antara demokrasi, kebebasan berpendapat, dan pers sebagai ciri masyarakat modern, pers dapat meneguhkan perannya. Pers sangat berperan dalam proses demokrasi karena perannya yang dominan dalam meningkatkan partisipasi warga. Peran media massa sebagai penghubung gagasan, ide, di antara pemangku kepentingan, termasuk warga, semakin penting, terutama saat Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai berlaku pada 31 Desember 2015 yang akan datang ini. Dalam masyarakat banjir informasi, media massa yang bekerja profesional semakin penting sebagai penyedia informasi yang dapat dipercaya, yang akan menempatkan pers sebagai mitra konstruktif dalam kehidupan bernegara dalam arti yang seluas-luasnya.

Masalah independensi dan netralitas adalah dua aspek krusial yang menjadi tantangan yang senantiasa mengintai di sepanjang perjalanan pers itu sendiri. Kepentingan bisnis dan politik sesaat sering menjerumuskan pers menjadi dependen, partisan dan tidak netral. Kondisi tersebut sangat mendistorsi pers dalam menjalankan tugas, fungsi dan eksistensinya sebagai pilar keempat demokrasi. Jika pers gagal mempertahankan independensi dan netralitasnya, maka pers sesungguhnya sedang menggali kuburnya sendiri, dan sekaligus merusak masa depan jurnalisnya.

Jati diri pers yang sesungguhnya adalah menjadi representasi suara publik, menyuarakan kepentingan rakyat sebagai vox populi. Pers harus kembali ke independensi dan profesionalitas industri media. Dengan idealisme demi kepentingan umum, jurnalisme dan praktik jurnalistik menjadi eksis. Keberadaannya diakui sebagai bagian masyarakat, dalam formulasi tugasnya sebagai pendidik dan sarana demokratisasi sekaligus entitas bisnis.

BatakToday.com adalah media online yang memadukan portal berita online dengan live radio streaming dalam memenuhi kebutuhan informasi tentang Batak dalam dimensi yang komprehensif (area, etnis, politik, ekonomi, lingkungan, kultur, seni, dll). Bauran kedua jenis media tersebut secara simultan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi masyarakat Batak maupun pemangku kepentingan masyarakat Batak yang tersebar di seantero jagad raya secara aktual dan seketika.

Para jurnalis yang bekerja pada BatakToday.com harus tunduk pada hukum Indonesia, UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan pedoman pemberitaan yang tertuang dalam Enlightening Journalism (Jurnalisme yang Mencerahkan).

Enlightening Journalism adalah konsep jurnalisme yang dianut oleh BatakToday.com, dimana aktivitas jurnalistik secara komprehensif dikelola dengan baik sesuai kaidah jurnalistik yang berlaku umum, nalar publik (public sense), dan nilai-nilai peradaban kemanusiaan yang universal, sehingga berita yang disajikan tidak saja objektif dan bermakna, tetapi juga mencerahkan cakrawala berpikir, menumbuhkan optimisme dan perilaku positif bagi publik pembaca.

Dengan penerapan Enlightening Journalism, BatakToday.com berikhtiar untuk memberikan pengaruh positif kepada masyarakat menuju suatu perubahan ke arah yang lebih baik, serta mendorong pelurusan terhadap penyimpangan-penyimpangan budaya yang terjadi pada masyarakat Batak khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.

Dengan tagline ‘Straightening Cultural Deviations’, maka selain berupaya menyajikan informasi tentang Batak secara aktual dan komprehensif, secara simultan BatakToday.com juga akan mengembangkan wacana pelurusan kembali praktik-praktik budaya Batak kontemporer yang melenceng dari nilai-nilai budaya serta kearifan Batak yang luhur, yang dalam kenyataannya telah mendistorsi kesejahteraan masyarakat Batak dalam berbagai aspek kehidupan (sosial, ekonomi, politik, lingkungan, dll).

Akhirnya, kami jajaran manajemen dan jurnalis BatakToday.com mengetuk pintu gerbang peradaban masyarakat Batak khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya, memohon doa dan restu untuk ikut bekerja dalam membangun Indonesia, negeri kita satu-satunya ini. Horas, Mejuah-juah, Njuah-njuah, Wassalam!

Pematang Siantar, 14 September 2015

Dewan Redaksi

 

News Feed