oleh

Bawaslu Sumut Tidak Koreksi Keputusan Panwaslih, KPU Siantar Menunggu Petunjuk KPU RI

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”HninH3nhyGA”][/youtube]

Pematang Siantar, BatakToday

Bawaslu Sumut ternyata tidak melakukan koreksi langsung atas putusan Panwaslih Kota Pematang Siantar, dan hanya memberikan rekomendasi kepada KPU Kota Pematang Siantar untuk mengoreksi sendiri keputusan lembaga tersebut atas penetapan pasangan Survenov-Parlin menjadi peserta Pilkada Kota Pematang Siantar tahun 2015.

Hal itu di sampaikan Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan usai menggelar pleno pembahasan  persoalan Pilkada Siantar, terkait pasangan nomor urut 5 tersebut, Selasa (24/11).

“Kami sudah meminta agar KPU Pematang Siantar mengoreksi kembali putusan mereka tentang Survenof,” katanya ketika dihubungi wartawan.

Lebih lanjut Syafrida mengatakan, Bawaslu Sumut tidak akan membahas lagi polemik yang dialami oleh Panwaslih Siantar, melainkan lebih pada rekomendasi agar KPU Pematang Siantar kembali melakukan koreksi terhadap keputusan mereka, agar sesuai dengan PKPU.

“Pada prinsipnya, karena  yang menetapkan dan memverifikasi adalah KPU Pematang Siantar, dan yang tau hasilnya memenuhi syarat atau tidak itu mereka, jadi kita serahkan kepada mereka untuk melakukan pembetulan sebagaimana mestinya. Apakah Surfenov masih ikut bertarung atau tidak pasca koreksi tersebut, itu terkembali kepada KPU Pematang Siantar. Kalau menurut KPU Siantar dan Peraturan KPU tidak memenuhi syarat, ya sebaiknya dia (pasangan Survenof-Parlindungan, red) dieliminir,” ujarnya.

Tindak Lanjut Putusan DKPP Tertunda

Surat rekomendasi Bawaslu Sumut diterima KPU Siantar pada Selasa (24/11) sore, diserahkan staf Divisi Umum Bawaslu Sumut, Erwin dan Suryati.

Ketua KPU Kota Pematang Siantar Mangasi Tua Purba pada konperensi pers Selasa malam mengungkapkan, KPU Siantar belum mengambil sikap, menunggu petunjuk resmi KPU Provinsi Sumatera Utara dan KPU Pusat.

“Tadi kita langsung laporkan ke KPU Sumut, dan KPU Sumut juga sedang membahas rekomendasi dari Bawaslu Sumatera Utara, dan sedang mengkonsultasikannya ke KPU Republik Indonesia di Jakarta. Jadi sampai saat ini sikap kami belum ada terkait dengan rekomendasi Bawaslu itu. Kita tunggu beberapa jam ke depan, sehingga sikap resmi dari KPU akan segera kita sampaikan ke public,” papar Mangasi.

Direktur Eksekutif Institute for Regional Development (InReD), Lambok Sitanggang kepada BatakToday menyesalkan sikap Bawaslu Sumut, yang hanya merekomendasikan KPU Siantar untuk mengoreksi sendiri keputusannya. Menurutnya, sikap Bawaslu Sumut itu tidak sesuai dengan putusan DKPP Nomor 61/DKPP-PKE-IV/2015, yang secara implisit memerintahkan Bawaslu Sumut untuk melakukan koreksi atas keputusan Rekomendasi Panwas Kota Pematangsiantar terkait penetapan pasangan Survenov-Parlin menjadi peserta Pilkada Kota Siantar.

“Selanjutnya, koreksi yang dilakukan Bawaslu Sumut itulah yang ditindaklanjuti oleh KPU Kota Pematang Siantar,” ujar Lambok kepada BatakToday, Selasa (24/11) malam.

Menurut Lambok, sikap Bawaslu Sumut itu juga menyandera Darwan Edyanto Saragih, Ketua Panwaslih Kota Pematangsiantar, yang sesuai putusan DKPP diberhentikan sementara menunggu keputusan Rekomendasi Panwas Kota Pematangsiantar dikoreksi oleh Bawaslu Sumut.

“Karena Bawaslu Sumut tidak melakukan koreksi atas keputusan Panwaslih Siantar, maka pemulihan status Darwan juga tidak bisa dilakukan oleh Bawaslu Sumut,” tukas Lambok. (EM/AT/AJVG).

Foto: Staf Divisi Umum Bawaslu Sumut, Erwin dan Suryati, menyerahkan surat rekomendasi Bawaslu Sumut terkait putusan DKPP Nomor 61/DKPP-PKE-IV/2015 kepada Ketua KPU Kota Pematang Siantar Mangasi Tua Purba di kantor KPU Kota Pematang Siantar, Selasa (24/11) sore. (bataktoday/em)

News Feed