oleh

Belum Pernah Digunakan, Bangunan BBI Lumbanpea Toba Samosir Sudah Direhab Kembali

Tobasa,Batak Today.

Bangunan Balai Benih Ikan (BBI) Lumbanpea Tambunan Kecamatan Balige sejak dibangun belum pernah digunakan, namun ironisnya kembali dilakukan rehabilitasi. Pelaksanaan rehabilitasi sendiri diduga tidak sesuai bestek dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Hal itu terungkap pada kunjungan lapangan Komisi C DPRD Kabupaten Samosir ke lokasi BBI Lumbanpea Tambunan di Kecamatan Balige beberapa waktu yang lalu. Kunjungan lapangan tersebut merupakan rangkaian aktivitas dalam rangka reses anggota DPRD Kabupaten Samosir.

BBI
Bangunan Balai Benih Ikan (BBI) Lumban Pea Tambunan Kecamatan Balige yang diduga sarat masalah.

Anggota Komisi C DPRD Tobasa Ramli Aruan mengungkapkan, BBI Lumbanpea selama ini tak pernah dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan baik untuk memenuhi kebutuhan bibit ikan bagi masyarakat Tobasa maupun sebagai penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Keberadaan BBI selama ini hanya menjadi beban keuangan pemerintah dengan penempatan sejumlah pegawai di lokasi. Ironisnya, Pemerintah Kabupaten Tobasa kembali memboroskan uang rakyat dengan melakukan rehabilitasi bangunan yang tidak pernah dimanfaatkan itu.

Lebih lanjut Ramli Aruan mengungkapkan dugaannya bahwa rehabilitasi bangunan BBI yang dikerjakan pada tahun 2014 itu pelaksanaannya asal jadi dan tidak sesuai bestek. “Saya melihat rehabilitasi pembangunan BBI itu menggunakan seng bekas. Coba kalian lihat sendiri ke lokasi,” kata anggota DPRD, Ramli Aruan  minggu lalu di gedung dewan.

Amatan BatakToday di lokasi BBI Lumbanpea Tambunan sama sekali tidak terlihat aktivitas pembenihan ikan sebagaimana mestinya. Puluhan unit kolam dalam keadaan kering. Pada puluhan bangunan fasilitas pendukung termasuk bangunan yang direhabilitasi juga tidak terlihat ada aktivitas.

Pada bangunan gedung yang direhabilitasi tidak terlihat banyak perubahan dibanding sebelumnya, kecuali penutupan ventilasi keliling gedung, penggantian atap, dan pengecatan yang terkesan asal jadi.

Kepala Bidang Perikanan, Jenriko Pasaribu, ketika dikonfirmasi mengatakan anggaran rehabilitasi BBI Lumban Pea tersebut berbiaya Rp 100 juta dan menurutnya pelaksanaan pekerjaannya tidak ada masalah.

Jenriko Pasaribu memastikan material yang dipergunakan untuk rehabilitasi gedung BBI Lumban Pea tersebut tidak memakai seng bekas. “Itu bukan seng bekas. Kan ada tim PHO kita yang memeriksa. Jadi nggak mungkin pemborongnya memakai seng bekas,” ujarnya.

Namun, sambung Jenriko, beberapa bulan lalu ketika terjadi badai, beberapa lembar  atap seng bangunan itu rusak dan copot, dan itu sudah diperbaiki.

BBI tidak berfungsi hanya soal ukuran kabel listrik?

Terpisah, Kepala UPTD BBI Lumban Pea Tambunan Kecamatan Balige, P Sitompul, menjelaskan belum difungsikannya BBI karena pasokan air ke lokasi sangat susah diperoleh. Untuk mengatasinya, Dinas Pertanian telah membuat sumur bor. Namun sumur bor juga belum bisa difungsikan karena kabel listrik di BBI masih memakai kabel dua pas, sementara kabel yang dibukuhkan di lokasi harus memakai kabel tiga pas, sehingga tidak mampu menyedot air untuk kebutuhan kolam. 

“Jadi sudah diajukan anggaran penambahan daya kabel tiga pas di lokasi BBI supaya ditampung tahun 2016,” kata Sitompul sembari diamini Kepala Bidang Perikanan Jenriko Pasaribu minggu lalu di depan kantor Dinas Pertanian. (AP)

News Feed