oleh

Bensin Eceran di Bahu Jalan, Menanti Korban?

Pematangsiantar, BatakToday

Bahu jalan apalagi badan jalan sesungguhnya bukanlah tempat berjualan yang diijinkan oleh peraturan. Tetapi di Negeri ini, masih lazim tempat-tempat yang disebut ini, digunakan anggota masyarakat sebagai tempat mencari nafkah, dengan berjualan.

Tak jarang aktivitas berjualan di bahu atau di tepi jalan ini menimbulkan masalah seperti kemacetan, kesemrawutan, kecelakaan, bahkan musibah yang mengakibatkan kematian.

Pernah terjadi di kota Tangerang,  Banten, April 2016, pengemudi sepedamotor tewas terbakar setelah menabrak kios bensin eceran di pinggir jalan.

Di kota Pematangsiantar bertebar penjual bensin eceran. Banyak diantaranya dengan situasi yang sejenis dengan penjual bensin eceran seperti yang ditabrak di Tangerang, di tepi jalan.

Sebelum terjadi kecelakaan yang berbuntut musibah nyawa melayang, pun kecelakaan yang akibatnya lebih ringan, tetap penjual bensin eceran harus mempertimbangkan keselamatan dirinya maupun orang lain.

Orang berkata bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Tapi, lebih arif jika mau belajar dari pengalaman orang lain, apalagi menyangkut nyawa melayang. Mari belajar dari kejadian di tempat lain!

Penjual bensin eceran mungkin tidak takut tertabrak kemudian terbakar, barangkali dengan alasan untuk cari makan. Tetapi pemerintah kota harus berpandangan sebaliknya, bahwa cari makan seperti itu sama dengan “cari mangsa’.

Jangan terjadi dulu musibah, baru nanti kita bersama-sama cari kambing hitam. Tertibkan.. !!! (ajvg)

News Feed