oleh

Biarkan Anak Jadi Pecandu Narkoba, Orangtua Bisa Dipenjara

Pematangsiantar, BatakToday

Kepala Seksi rehabilitasi Badan Narkotika Kota (BNNK) Pematangsiantar, Rustam Efendi menyesalkan sikap orang tua yang membiarkan anaknya menjadi pecandu narkoba. Menurutnya, orang tua bisa dipenjara jika membiarkan anaknya menjadi pecandu narkoba.

“Ancaman hukuman berlaku bagi orang tua yang memiliki anak pecandu narkotika dibawah usia 17 tahun. Tepatnya di pasal 128 ayat (1 ) UU No. 35 tahun 2009 (tentang Narkotika), yang  menyebutkan bahwa orangtua atau wali dari pecandu yang belum cukup umur, sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 ayat (1) yang sengaja tidak melapor, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Rp1 juta,” kata Rustam saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/2/2017).

Rustam menduga bahwa faktor orang tua tidak melaporkan anaknya pecandu narkoba, karena takut keluarganyadipandang buruk oleh masyarakat. Karenanya, Rustam meminta orang tua supaya mengabaikan asumsi status sosial keluarga, dengan lebih mengedepankan keselamatan anak.

“Orang tua biasanya malu kepada masyarakat, kalau anaknya ketahuan  pecandu narkoba. Akibatnya orang tua  tidak melaporkan si anak ke BNN atau melalui BNN Kota atau Kabupaten, dan akhirnya keadaanya semakin parah. Padahal yang paling penting diutamakan ialah  kesehatan, dan masa depan si anak, bukan status keluarga lagi,” terangnya.

Khusus di kota Siantar, dan kabupaten Simalungun, Rustam menegaskan, BNNK aktif menghimbau masyarakat supaya melaporkan jika anaknya menjadi pecandu narkoba.

“Dalam setiap sosialiasi, kita selalu ingatkan agar anak yang pecandu narkoba dilaporkan ke BNNK Siantar. Disamping demi si anak, tujuannya juga untuk mencegah orang tua terjerat pasal 128 (UU Narkotika),” tegas Rustam.

Rustam mengungkapkan bahwa sikap orang tua yang melaporkan si anak pecandu narkoba ke BNNK sangat bermanfaat bagi pihak keluarga.

“Kalau tidak dilapor, si anak kan bisa menjadi target penangkapan pihak berwajib, BNNK atau Kepolisian. Misalnya kalau tertangkap waktu mengkonsumsi narkoba, si anak bakal masuk penjara. Tapi kalau dilaporkan ke BNNK, dia akan direhabiltas, bukan dipenjara. Direhabilitasi agar jasmani, dan rohaninya sehat kembali,” tutupnya.

News Feed