oleh

BNNK Siantar: 70 persen Peserta Rehabilitasi Pengguna Sabu

Pematangsiantar, BatakToday

Kepala Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar, Rustam Efendi mengatakan bahwa selama 11 bulan berlangsungnya tahun 2016, pihaknya telah merehabilitasi sebanyak 63 orang pengguna narkotika. 51 orang diantaranya menjalani rawat inap di klinik Pratama BNNK Siantar, dan 12 orang dirawat oleh panti rehabilitasi Mercu Suar.

“70 persen pengguna yang direhabilitasi BNNK Siantar, merupakan pengguna narkotika jenis sabu. Sisanya pengguna ganja serta pil ekstasi. Usianya 21-35 tahun, 58 laki-laki, dan 5 perempuan,” ucap Rustam saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/11).

Sesuai hasil observasi BNNK Siantar, pengguna yang direhabilitasi cenderung mulai menggunakan narkotika jenis sabu, akibat dipengaruhi oleh temannya yang sudah lebih dulu menggunakan barang haram tersebut. Selain itu, mereka pada mulanya ingin mencoba-coba menggunakan narkotika.

“Menurut pengakuan mereka, ketika pertama kali memakai sabu, secara otomatis langsung timbul kecanduan menggunakannya. Dan pada hari berikutnya, mereka langsung mengalami ketergantungan memakai sabu,” terang Rustam.

Pemakai yang mengikuti program rehabiltasi ini, disebutnya merupakan hasil tangkapan saat razia, dan titipan pihak keluarga yang atas inisiatif sendiri membawanya ke BNNK.

Rustam menambahkan, warga yang direhabilitasi didominasi dari 4 kelurahan. BNNK menetapkan kelurahan-kelurahan tersebut, menjadi area rawan peredaran narkotika di kota Siantar.

“Rata-rata berasal kelurahan Karo, Tomuan, Martoba, dan Banjar. Untuk itu, BNNK selalu aktif memantau aktivitas peredaran narkotika di 4 wilayah kelurahan ini,” ungkapnya.

Ditanya hasil solusi melalui rehabilitasi, Rustam menyebutkan banyak pecandu narkoba yang berhasil dipulihkan seusai menjalani rehabilitasi oleh BNNK Siantar.

“Khusus korban rawat inap, perawatan dilakukan 2 kali dalam seminggu di klinik Pratama BNNK Siantar. Dalam melakukan penyembuhan, kita terapkan metode counseling (penyuluhan), maupun terapi kelompok. Hasilnya cukup efektif,” ujarnya.

Tidak lupa, Rustam menghimbau warga kota Pematangsiantar supaya tidak menggunakan narkotika, dan melaporkan oknum-oknum yang terlibat peredaran narkotika kepada pihak berwajib. Bahkan jika masyarakat menduga kuat ada anggota keluarganya yang terlibat menggunakan narkotika,  Rustam menyarankan supaya dibawa ke BNNK untuk menjalani tes urine, dan direhabilitasi bila positif sebagai pengguna.

“BNNK Siantar siap merehabilitasi masyarakat yang positif menggunakan narkotika, untuk dipulihkan mental dan kejiwaannya,” tutup Rustam. (EM)

News Feed