oleh

BNNK: Tes Urine DPRD Siantar “Cuma” Rp3 Juta!

Pematangsiantar, BatakToday

Kepala Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar, Rustam Efendi mengatakan, pihaknya tidak berwenang menyelenggarakan tes urine DPRD Siantar. Menurutnya, tes urine DPRD tidak menjadi program kerja BNNK Siantar tahun 2016 ini.

“Memang benar, banyak desakan masyarakat meminta supaya anggota DPRD Siantar dites urine. Akan tetapi, BNNK Siantar tidak bisa serta merta langsung melaksanakannya,” ucap Rustam saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/10).

Rustam menjelaskan, pelaksanaan tes urine harus sesuai dengan mekanisme regulasi yang mengatur di DPRD. Oleh karenanya, tes urine  bisa terselenggara melalui inisatif anggota DPRD.

“Bila DPRD memang punya inisiatif, berkoordinasilah dengan SKPD terkait yang berhak menyelenggarakan tes urine. Kemudian, SKPD terkait lah nantinya yang berkoordinasi dengan BNN Siantar, supaya dijadwalkan tes urine-nya,” terang Rustam.

Rustam berpendapat, biaya tes urine DPRD tidaklah menggunakan anggaran yang begitu besar. Dimana sesuai prediksinya,  anggaran tes urine DPRD hanya sebesar Rp. 3.000.000. saja.

“Jumlah anggota DPRD Siantar kan 30 orang. Jadi hitungan  biaya tes urinenya, Rp. 100.000 per orang, semuanya Rp3 juta,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, BNNK Siantar juga berharap DPRD mempunyai inisiatif untuk dites urine, guna menunjukkan kepeduliannya terhadap pemberantasan narkoba di kota Siantar. Setiap waktu, BNN Siantar bersedia meluangkan waktu untuk melaksanakan tes urine DPRD.

“Kalau diminta secara resmi, kapan saja  BNN Kota Siantar siap melaksanakan tes urine DPRD,” ujarnya mengakhiri. (EM)

News Feed