Boleh Modern, Tapi Jangan Tinggalkan Adat

Boleh Modern, Tapi Jangan Tinggalkan Adat

970
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam acara Malam Satu Sura, Surakarta, Rabu 20/9/2017 (Foto: Humas Jawa Tengah)

Surakarta, Bataktoday

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP ikut meramaikan prosesi kirab pusaka untuk menyambut Tahun Baru Jawa atau yang dikenal dengan Malam Satu Sura di Pura Mangkunegaran Surakarta, Rabu (20/9/2017) malam.

Gubernur Ganjar tidak sendiri, sejumlah pejabat juga terlihat mengikuti jalannya prosesi sakral tersebut, diantaranya Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo hingga Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono.

Gubernur Ganjar bersama para pejabat tersebut mengikuti ritual berjalan mengelilingi Pura Mangkunegaran di barisan depan dengan menggunakan pakaian tradisional warna hitam dan tanpa memakai alas kaki. Hal tersebut merupakan tata krama untuk mengikuti ritual tersebut agar berjalan dengan khusyuk dan khidmat.

Selain berjalan tanpa alas kaki peserta kirab juga diwajibkan untuk tidak berbicara atau tapa bisu selama prosesi berlangsung. Bahkan para peserta juga dilarang berswafoto karena akan mengurangi nilai dari ritual sakral itu sendiri.

Dari kiri ke kanan: Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, dalam acara Malam Satu Sura, Surakarta, Rabu 20/9/2017 (Foto: Humas Jawa Tengah)
Dari kiri ke kanan: Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, dalam acara Malam Satu Sura, Surakarta, Rabu 20/9/2017 (Foto: Humas Jawa Tengah)

“Semua peserta kirab tidak boleh pakai selop dan HP harus dimatikan. Tidak boleh selfie karena ini nanti akan mengurangi nilai dari proses upacara sendiri. Jadi ini bukan karnaval atau pawai tapi ini memang prosesi kirab ritual jadi harus kita hormati,” kata Panitia Pelaksana Kirab Pusaka satu Suro Pura Mangkunegaran, Joko Pramudyo.

Menteri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah sangat mendukung adanya kirab malam Satu Suro ini karena juga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Surakarta. Sehingga dengan banyak turis-turis tersebut perekonomian masyarakat mulai dari perhotelan, kerajinan tangan dan kuliner dari pelaku UMKM akan laku.

Dia juga berpesan agar kota-kota heritage seperti, Surakarta dan Yogyakarta tidak meninggalkan adat istiadat dan tradisi budaya meski tetap harus memajukan daerahnya dengan kemajuan teknologi.

“Sangat mendukung karena yang banyak menghasilkan devisa ya dari pariwisata itu. Pokoknya Solo boleh modern, Jogja juga boleh modern tetapi jangan meninggalkan adat istiadat dan tradisi budaya,” pungkasnya.

Reporter : Kh, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Sumber: http://humas.biroumum.jatengprov.go.id