Bukan Hoax! Tim Saber Pungli Poldasu OTT di Dinkes Simalungun

Bukan Hoax! Tim Saber Pungli Poldasu OTT di Dinkes Simalungun

1146
Sebagian barang bukti dalam OTT di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun (Sumber: Humas Polres Simalungun)

Simalungun, BatakToday

Berita tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu) di kantor Dinas kesehatan Kabupaten Simalungun, oleh sebagian orang pada awalnya dikira hanya berita bohong (hoax). Dugaan bahwa OTT oleh Tim Saber Pungli Poldasu ini adalah hoax semakin meruak dengan tidak adanya berita terkait di media cetak yang terbit di Siantar Siamlungun pada Selasa pagi (04/07/2017). Beberapa pembaca sempat menghubungi redaksi BatakToday untuk mencari kepastian tentang OTT tersebut.

Pada saat berlangsungnya OTT, walaupun telah mendapat informasi dari pihak Kepolisian, jurnalis BatakToday yang sedang berada di tempat lain, kesulitan untuk dapat menjangkau lokasi OTT ini. Sehingga pemberitaan BatakToday sebelumnya ‘hanya’ didasarkan pada informasi tentang dilakukannya OTT di Dinkes Kabupaten Simalungun, dan sepintas tentang perkembangan penanganan kasus ini.

Baca berita terkait:

Saber Pungli ‘Bedah’ Dinas Kesehatan Simalungun

Kasus OTT Dinkes Simalungun Masih dalam Pemeriksaan

Pada Selasa siang (04/07/2017)  akhirnya didapatkan informasi yang cukup mendetil dari sumber terpercaya, serta sesuai dengan informasi yang telah dirilis oleh Humas Polres Simalungun melalui blogspotnya, maupun melalui akun resminya di medsos Facebook.

Pelaksana pungli yang diamankan Tim Saber Pungli Poldasu dalam OTT di Dinkes Simalungun (Sumber: Humas Polres Simalungun)
Pelaksana pungli yang diamankan Tim Saber Pungli Poldasu dalam OTT di Dinkes Simalungun (Sumber Foto: Humas Polres Simalungun)

Operasi ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang menyebutkan adanya pungutan liar (pungli) atau permintaan uang secara melanggar hukum oleh oknum di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru-baru ini diangkat dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan pegawai honor di lingkungan dinas ini. Besaran uang yang diminta berkisar Rp10 juta hingga Rp30 juta untuk setiap SK pengangkatan.

Satgas Saber Pungli Poldasu kemudian menurunkan timnya yang terdiri dari Ipda Joy Ananda Putra Sianipar,S.Tr.K yang juga adalah Sekretaris Pokja Intelijen Satgas Saber Pungli Poldasu, dengan dua brigadir polisi yaitu Bripka Edwart Sinulingga,SH dan Bripka Ridwan Sidabukke.

Tim Saber Pungli ini akhirnya melakukan OTT di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Jalan Pdt J Wismar Saragih, Pematang Raya, Simalungun, Senin siang (04/07/2017) sekitar pukul 13.00 Wib. Dalam operasi ini tertangkap tangan dan diamankan seorang perempuan, Flora Purba (48) yang bekerja sebagai pegawai non-PNS di Koperasi Harapan yang ada di lingkungan Dinkes Simalungun.

Pintu salah satu ruangan di kantor Dinkes Simalungun dipasangi garis polisi (Sumber: Humas Polres Simalungun)
Pintu salah satu ruangan di kantor Dinkes Simalungun dipasangi garis polisi (Sumber Foto: Humas Polres Simalungun)

Flora diduga sebagai orang kepercayaan dari pihak yang memerintahkan pemungutan liar kepada para CPNS yang baru diangkat tahun 2017 ini. Nama dan usia masing-masing CPNS yang diangkat, yang kemudian dikenakan pungutan liar adalah Nova Melina Hutahaean (31), Pretty Boru Malau (33), Maya Sidauruk (31), dan Nora Damanik (34), ketiga-tiganya diangkat dari PTT menjadi CPNS di Puskesmas Panei Tongah, Simalungun. Sementara  satu orang ‘korban’ lainnya adalah Novelinda Silalahi (23) diangkat jadi CPNS dari sebelumnya sebagai pegawai honorer Dinkes Kabupaten Simalungun.

Ketika Tim Saber Pungli Poldasu melakukan pemeriksaan di ruangan Koperasi Harapan tempat dilakukannya ‘transaksi’ pemungutan liar, sesuai keterangan dari Novelinda Silalahi, Pegawai Honorer Dinkes Simalungun, menyebutkan bahwa Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun,  Lukman Damanik, sedang tidak berada di ruangannya. Lukman disebutkan sedang mengikuti rapat di DPRD Simalungun, sehingga Ipda Joy Sianipar meminta agar ruang kerjanya dikunci.

Namun, ketika kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan, diketahui pintu ruang kerja Lukman Damanik sudah dalam keadaan rusak. Dugaan sementara pintu itu dicongkel, sebagai upaya untuk melarikan diri.

Barang bukti yang kemudian disita dalam OTT di Dinkes Simalungun (Sumber: Humas Polres Simalungun)
Barang bukti yang kemudian disita dalam OTT di Dinkes Simalungun (Sumber Foto: Humas Polres Simalungun)

Barang bukti dalam OTT ini, yang disita dari Flora Purba adalah amplop berisi uang Rp20 juta a.n. Juwita Herliyanti Hasibuan, amplop berisi uang Rp20 juta a.n. Ferawati Br. Silalahi, uang  Rp10 juta dengan tulisan Nova Melina.

Barang bukti lainnya, 1 blok uang sejumlah Rp10 juta (tanpa nama), 1 buah amplop putih tanpa nama berisi uang diduga Rp10 juta, 1 buah Laptop Merk ACER milik Flora Purba. Kemudian, sebuah tas ransel merk ACER milik Flora Purba, 1 buah flasdisk merek TOSHIBA 16 GB, 5 buah amplop kosong bertuliskan nama CPNS (diduga bekas tempat uang), dan 1 buah buku tulis berisi daftar nama setoran uang, dan 5 buah Handphone.

Saat informasi ini diterima, Tim Saber Pungli Poldasu masih terus melakukan pengembangan untuk penanganan kasus hasil OTT ini, di kantor Reskrim Polres Simalungun.

Disebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan kegiatan aksi Pungutan Liar yang dilakukan di lingkungan Dinkes Pemkab Simalungun telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sehingga diperlukan pengungkapan lebih lanjut oleh Tim Saber Pungli Poldasu, untuk mendapatkan oknum yang berperan sebagai aktor intelektual dalam kasus pungli ini.

Juga disebutkan, akan dilakukan pengawasan dalam penanganan kasus OTT ini, sehingga setiap aparatur terkait secara sungguh-sungguh dalam menangani kasus pungli tersebut.

(Disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber, oleh Arif JV Girsang)